Jembatan Rusak Parah, Akses Warga Dua Desa di SBT Terancam Terputus

  • 17 Jun 2026 13:28 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, – Kondisi Jembatan Aringin yang menghubungkan Desa Administratif Basarin dan Desa Amarwatu, Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, kini memprihatinkan. Jembatan yang telah dibangun puluhan tahun lalu dan menjadi urat nadi mobilitas masyarakat itu mengalami kerusakan parah hingga nyaris tidak dapat dilalui.

Pantauan di lokasi menunjukkan lantai jembatan telah hancur di sejumlah bagian. Struktur kayu yang tersisa tampak lapuk dan dinilai membahayakan keselamatan warga yang melintas. Kerusakan tersebut menyebabkan akses masyarakat antara kedua desa terganggu dan berpotensi terputus total apabila tidak segera mendapat penanganan dari pemerintah.

Warga Desa Administratif Basarin Muh Darwis Rolas mengatakan, Jembatan Aringin selama ini menjadi jalur utama yang menunjang aktivitas masyarakat di Basarin dan Amarwatu. Namun hingga kini, kerusakan yang terjadi belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

"Jembatan ini sudah dibangun puluhan tahun lalu dan menjadi akses utama masyarakat. Sekarang sudah rusak sehingga warga kesulitan beraktivitas. Sampai saat ini belum ada perbaikan," ujar Darwis, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Darwis, dampak kerusakan jembatan paling dirasakan oleh para pelajar yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk menuju sekolah. Ia menjelaskan, siswa-siswi tingkat SD dan SMP kini terpaksa memutar melalui jalan utama dengan jarak tempuh yang lebih jauh karena kondisi jembatan sudah tidak aman untuk dilintasi.

"Anak-anak sekolah sekarang harus memutar lewat jalan besar. Begitu juga masyarakat yang hendak ke kebun, berbelanja atau mengurus berbagai keperluan lainnya. Semua harus mengambil jalur alternatif," katanya.

Tidak hanya menghambat akses pendidikan, kerusakan Jembatan Aringin juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di dua desa tersebut.

Padahal, keberadaan jembatan itu selama ini menjadi infrastruktur vital yang menunjang kelancaran mobilitas warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Darwis menilai kondisi tersebut mencerminkan masih minimnya perhatian terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.

"Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lambannya penanganan. Ini bukan sekadar jembatan rusak, tetapi akses hidup warga yang terancam putus," tegasnya.

Masyarakat Basarin dan Amarwatu berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki atau membangun kembali Jembatan Aringin agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.

Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antara dua desa, melainkan akses penting yang setiap hari digunakan ratusan masyarakat dan pelajar.

"Jembatan itu bukan hanya penghubung dua desa, melainkan jalur harapan bagi ratusan warga dan pelajar yang setiap hari bergantung pada akses tersebut," ujar Darwis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....