Hilirisasi Sagu SBT Layak Jadi PSN, Bupati Fachri: Tanda Baiknya Sudah Kelihatan

  • 10 Jun 2026 10:32 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula– Upaya Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mendorong program hilirisasi sagu sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai menunjukkan perkembangan positif.

Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri mengatakan hasil pembahasan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menunjukkan bahwa SBT menjadi daerah yang paling layak untuk didorong sebagai PSN hilirisasi sagu dibandingkan dua daerah lainnya yang juga mengajukan usulan serupa.

"Alhamdulillah, tema hilirisasi sagu semakin memperlihatkan ujung yang terang. Dalam FGD terakhir bersama Bappenas secara daring, disampaikan bahwa dari tiga daerah yang mengusulkan PSN hilirisasi sagu, yakni Nias, Lingga, dan Seram Bagian Timur, yang dianggap paling layak untuk didorong menjadi PSN adalah Seram Bagian Timur," kata Fachri saat menghadiri kegiatan bimbingan teknis pemanfaatan E-Katalog di Pendopo Bupati SBT, Selasa, 9 Juni 2026.

Fachri mengaku pada awalnya mengira program hilirisasi sagu merupakan isu yang erat kaitannya dengan Kementerian Pertanian. Namun, dalam berbagai pembahasan dengan pemerintah pusat, Ia justru mengetahui bahwa gagasan hilirisasi sagu pertama kali dicetuskan oleh Kementerian Perindustrian.

Menurut dia, sejak awal Kementerian Perindustrian hanya mempertimbangkan Nias dan Lingga sebagai daerah pengembangan hilirisasi sagu. Namun, kedua daerah tersebut dinilai belum memiliki kapasitas bahan baku yang memadai sehingga usulannya belum menjadi prioritas pemerintah pusat.

"Setelah SBT masuk dan mereka melihat potensi yang besar serta keseriusan pemerintah daerah, mereka bahkan menyampaikan penyesalan karena jika mengetahui kondisi ini sejak awal, justru SBT yang akan diusulkan menjadi usulan pemerintah pusat untuk PSN," ujarnya.

Meski demikian, Fachri bersyukur karena inisiatif pengusulan telah dilakukan oleh pemerintah daerah sehingga proses penguatan dokumen dan pemenuhan berbagai persyaratan dapat terus dilanjutkan.

Ia menilai sinyal positif terhadap pengembangan hilirisasi sagu di SBT semakin terlihat setelah sejumlah kementerian mulai membuka skema Dana Alokasi Khusus (DAK) yang secara spesifik mendukung program tersebut.

"Setidaknya tanda-tanda baiknya sudah kelihatan dengan dibukanya menu Dana Alokasi Khusus di tiga kementerian dengan tema hilirisasi," katanya.

Di Kementerian Pertanian, lanjut Fachri, terdapat satu menu khusus terkait hilirisasi sagu yang akan memperoleh dukungan DAK. Secara nasional, hanya 29 daerah dari lebih dari 500 kabupaten, kota dan provinsi yang mendapatkan alokasi program tersebut dan SBT menjadi salah satunya.

Sementara itu, di Kementerian Perindustrian terdapat program bantuan pengembangan sentra industri kecil khusus hilirisasi sagu yang hanya diberikan kepada tiga daerah yakni SBT, Nias, dan Lingga.

Tak hanya itu, pemerintah pusat juga membuka peluang dukungan pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung pengembangan kawasan sagu.

"Kami juga mendapat informasi adanya menu khusus untuk lima ruas jalan poros dari lahan sagu menuju sentra industri. Untuk wilayah Maluku, Maluku Utara, dan seluruh Papua, hanya SBT yang dibuka akses DAK tersebut," ujar Fachri.

Meski nilai anggaran yang akan diterima masih dalam tahap pembahasan, Fachri memperkirakan total dukungan yang berpotensi diperoleh SBT cukup signifikan.

"Kalau kita berandai-andai setiap kementerian memberikan sekitar Rp20 miliar hingga Rp25 miliar, maka dari tiga kementerian itu bisa mencapai sekitar Rp75 miliar untuk Seram Bagian Timur," katanya.

Fachri menegaskan bahwa peluang tersebut harus disambut dengan kerja serius seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Ia meminta setiap OPD memikirkan kontribusi yang dapat diberikan untuk mendukung keberhasilan SBT sebagai lokasi PSN hilirisasi sagu.

"Saya minta secara serius kepada semua OPD untuk masing-masing berpikir tentang apa yang bisa disumbangkan bagi suksesnya Seram Bagian Timur menjadi lokus PSN hilirisasi sagu," tegasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....