Feri Antar Pulau SBT Sudah Lama Tak Beroperasi, Kondisi Dermaga Bak ‘Sarang Penunggu'
- 21 Mei 2026 13:41 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Warga di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mengeluhkan tidak beroperasinya kapal feri antar pulau di wilayah tersebut. Akibatnya, sejumlah pelabuhan feri di daerah itu kini terbengkalai dan mengalami kerusakan.
Keluhan masyarakat mencuat karena fasilitas pelabuhan yang sebelumnya menjadi akses utama transportasi laut kini tidak lagi dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, kondisi pelabuhan disebut semakin memprihatinkan lantaran minim perawatan.
“Kapal feri antar pulau kapan beroperasi lagi? Pelabuhan feri di SBT sekarang sudah jadi sarang penunggu,” keluh salah satu warga di media sosial Facebook, Kamis, 21 Mei 2026.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan SBT, Murad Wokas, mengakui kondisi pelabuhan feri memang ada yang mengalami kerusakan akibat tidak digunakan. Meski begitu, pihaknya terus mendorong upaya perbaikan sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki.
“Kondisi riil memang seperti itu. Katong (kita) berusaha memperbaiki sesuai kemampuan kita,” kata Murad Wokas dalam keterangan tertulis kepada RRI.CO.ID, Kamis, 21 Mei 2026.
Murad menjelaskan, pihaknya juga telah menjalin komunikasi secara intensif dengan kementerian terkait. Hal ini dilakukan guna mendorong kembali beroperasinya jalur feri khususnya dari Ambon menuju wilayah SBT.
“Komunikasi dengan kementerian terkait sudah kita lakukan. Mudah-mudahan rencana jalur feri dari Ambon bisa cepat beroperasi supaya ada perhatian khusus terhadap fasilitas pelabuhan,” ujarnya.
Ia mengaku, sejumlah fasilitas pelabuhan, termasuk ruang tunggu penumpang, saat ini memang dalam kondisi rusak. Hal ini dinilai membutuhkan penanganan segera agar dapat kembali digunakan masyarakat.
“Ruang tunggu di pelabuhan juga sudah rusak-rusak dan perlu diperbaiki,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan kembali layanan kapal feri antar pulau di wilayah SBT. Keberadaan kapal feri dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas distribusi barang antarwilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....