Kemenperin Bidik Sagu SBT Jadi Industri Unggulan, Target Pasar hingga Jawa

  • 21 Mei 2026 10:39 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri pangan lokal berbasis sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan teknis produksi, diversifikasi dan sistem keamanan pangan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) olahan sagu.

Kegiatan itu digelar di Hotel Surya, Kota Bula, Kamis, 21 Mei 2026 dan diikuti pelaku usaha sagu di SBT. Ketua Tim Kerja Pengembangan IKM Makanan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Indra Akbar Dilana mengatakan, pemerintah pusat memiliki fokus terhadap pengembangan industri pangan lokal, termasuk sagu yang dinilai memiliki potensi besar di SBT.

“Setelah kita ketahui bersama bahwa potensi sagu di SBT sangat besar. Ini langkah awal kita untuk melihat bagaimana pelaku usaha mikro bisa naik menjadi industri kecil ataupun menengah,” kata Indra kepada wartawan di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, pengembangan sagu di daerah tersebut juga sejalan dengan kebijakan nasional terkait penganekaragaman pangan lokal sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 81 Tahun 2025.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam mendorong pengembangan industri sagu di SBT. “Harapan kami sejalan dari SBT, kemudian dari provinsi dan dari pusat. Intinya sinergi, koordinasi dan kerja sama kita semua bisa mendorong pengembangan sagu di daerah ini,” ujarnya.

Indra mengungkapkan, Kemenperin tidak hanya memberikan pelatihan teknis produksi, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dari sisi legalitas hingga pemasaran produk. Pelaku IKM, kata dia, diberikan pemahaman terkait Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, metode penyusunan proposal hingga strategi pemasaran agar produk sagu lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kadang pelaku usaha merasa produknya sudah enak, tapi pasarnya masih di sekitar sini. Padahal potensinya bisa ke seluruh Indonesia. Itu yang mau kita dorong, supaya pasarnya bisa ke Maluku, Makassar bahkan Jawa,” katanya.

Ia berharap peningkatan pasar nantinya diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi pelaku usaha sehingga berbagai program pengembangan dari pemerintah dapat terus diturunkan ke daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kabupaten SBT, M. Lutfi Rumata menyampaikan apresiasi atas dukungan Ditjen IKMA Kemenperin dalam pengembangan industri sagu di daerah ini. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Ditjen IKMA punya komitmen membangun dan mengembangkan potensi yang ada di daerah,” katanya.

Lutfi menyebut, pengembangan hilirisasi sagu di SBT sebenarnya sudah berjalan dan kini diarahkan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah disiapkan pemerintah daerah. Ia mengatakan, Pemkab SBT juga telah merancang pembangunan rumah produksi bersama atau sentra IKM sagu guna memperkuat hilirisasi komoditas tersebut.

Lutfi juga meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa, untuk ikut mengawal dan mempublikasikan program pengembangan sagu di SBT. “Media sangat berpengaruh. Kami berharap teman-teman wartawan bisa membantu pemerintah daerah dalam mengawal program ini,” katanya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....