Belasan Kepala Keluarga Korban Banjir Teluk Waru SBT Akhirnya Terima Bantuan
- 18 Mei 2026 10:28 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) korban banjir di Dusun Rumbalifar dan Kilbaren, Negeri Waru, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menerima bantuan darurat dari Dinas Sosial SBT. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan Sosial Dinas Sosial SBT, Doni S. Gimalaha Malaha, mengatakan bantuan yang disalurkan masih terbatas karena stok logistik di gudang menipis.
“Menurut laporan dari kecamatan, ada 17 KK jadi korban banjir di Dusun Rumbalifar dan Kilbaren, Negeri Waru, Kecamatan Teluk Waru. Informasi itu kemudian masuk ke kami,” kata Doni kepada wartawan, Senin, 18 Mei 2026. Ia mengaku Dinas Sosial SBT hanya bisa menyalurkan bantuan yang tersisa di gudang buffer stock. Bantuan tersebut berupa beras, kasur, selimut, terpal, dan mie instan.
“Karena bantuan sosial minim, jadi yang bisa kami kasih hanya beras, kasur, selimut, terpal, dan sari mie. Buffer stock di gudang juga sudah kosong dan belum ada informasi dari provinsi untuk pengambilan stok baru,” ujarnya. Bantuan tersebut diserahkan pada Minggu, 17 Mei 2026. Penyaluran dilakukan langsung oleh Camat Teluk Waru di lokasi terdampak.
“Kebetulan Pak Camat sendiri yang menyerahkan bantuan karena beliau juga berasal dari Dinas Sosial, jadi langsung dibagikan di lapangan,” kata Doni.
Sebelumnya, banjir dilaporkan merendam permukiman warga dusun Rumbalifar dan Kilbaren, negeri Waru, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten SBT pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Air sempat masuk ke rumah warga setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama beberapa jam.
Anggota DPRD SBT yang juga asal wilayah setempat, Daud Rumakabis menyatakan banjir tidak hanya dipicu curah hujan tinggi. Tetapi juga akibat kerusakan talud penahan kali di lokasi. Meski sempat menggenangi rumah warga, air disebut cepat surut berkat respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBT.
“Talud penahan kali sudah tidak layak digunakan. Itu yang menyebabkan air meluap ke rumah warga. Alhamdulillah genangan air cepat surut. BPBD langsung turun melakukan pengecekan di lapangan,” kata Daud di Bula, Minggu, 17 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala BPBD SBT, Bahrum Weulartafela, mengatakan usulan perbaikan talud sudah disampaikan ke BNPB RI. Langkah dilakukan agar penanganannya dilakukan pemerintah pusat.
“Talud tersebut memang sudah diusulkan ke BNPB RI untuk dilakukan penanganan oleh pusat,” kata Bahrum kepada wartawan.
BPBD SBT juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....