Puluhan PPPK Paruh Waktu SBTvJadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan

  • 04 Mei 2026 13:53 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Pertanian setempat memanfaatkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu sebagai garda terdepan dalam program ketahanan pangan daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian SBT mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan sekitar 46 PPPK paruh waktu yang ditempatkan di dinas tersebut.

Langkah ini dilakukan agar keberadaan mereka tidak menjadi beban bagi dinas maupun pemerintah daerah. “Kalau tidak dikelola maksimal, ini bisa menjadi beban. Karena itu, kita manfaatkan betul melalui program ketahanan pangan dengan pembagian tugas yang jelas,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Para PPPK tersebut nantinya akan difokuskan untuk mendampingi petani di lapangan sebagai bagian dari program nasional peningkatan ketahanan pangan. Sebelum diterjunkan, mereka akan menjalani pelatihan intensif selama kurang lebih empat bulan di lokasi Breeding Center.

"Program ini dikenal sebagai “petani belajar”, di mana peserta dilatih mulai dari pengolahan tanah, penanaman hingga panen," kata Sofyan.

Selama pelatihan, Ia menyebut seluruh kebutuhan peserta difasilitasi, mulai dari penyediaan bibit hingga sarana produksi pertanian. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebelum turun langsung ke masyarakat.

"Selain sebagai tempat pelatihan, Breeding Center juga dikembangkan menjadi lokasi percontohan sektor pertanian. Berbagai komoditas mulai dari tanaman perkebunan, hortikultura hingga peternakan dikelola bersama oleh PPPK paruh waktu, " ujarnya.

Saat ini, total lahan yang dikembangkan mencapai sekitar 20 hektare. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk komoditas strategis seperti cabai, sayur-mayur, dan buah-buahan guna mengantisipasi potensi inflasi daerah.

“Ini juga menjadi lahan cadangan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ucapnya.

Di sektor hortikultura, sejumlah komoditas telah ditanam, antara lain semangka dan cabai masing-masing seluas 1 hektare. Untuk buah-buahan, sekitar 4 hektare lahan telah ditanami jeruk seluas 2 hektare, rambutan 1 hektare, mangga 1 hektare, serta alpukat.

"Sementara itu, sektor peternakan juga dikembangkan dengan populasi sekitar 30 ekor kambing dan 10 ekor sapi yang ditempatkan di lahan khusus seluas 1 hektare, " katsnya.

Dinas Pertanian SBT mencatat hasil awal yang positif dari pengelolaan Breeding Center. Panen perdana jeruk yang dilakukan baru-baru ini menghasilkan pendapatan sekitar Rp3 juta yang akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ke depan, pengembangan lahan akan terus dilakukan. Dalam waktu dekat, tambahan sekitar 10 hektare lahan akan segera digarap, dengan proses pembukaan lahan ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu setelah tahap pembersihan.

“Setelah lahan siap, program belajar langsung berjalan. Jadi mereka belajar sambil menanam, dan hasilnya juga bisa memberikan kontribusi bagi daerah,” ucapnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....