Hasil Kunjungan Distan ke Kementan, SBT Keciprat Program Cetak Sawah Baru Rp45 M

  • 30 Apr 2026 13:35 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mendapatkan alokasi perluasan lahan pertanian melalui program cetak sawah baru dari pemerintah pusat pada tahun 2026. Total luas lahan yang akan dikembangkan mencapai sekitar 1.306 hektare dengan dukungan anggaran dari APBN sebesar kurang lebih Rp45 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian SBT, Sofyan Waraiya, mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan hasil komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian. “Alhamdulillah, tahun ini insyaAllah kita diberikan perluasan area melalui cetak sawah baru kurang lebih 1.306 hektare dengan respon anggaran sekitar Rp45 miliar yang akan masuk ke Seram Bagian Timur,” ujar Sofyan, Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, saat ini tahapan survei investigasi desain (SID) telah rampung dilakukan oleh tim dari Universitas Pattimura (Unpatti). Pemerintah daerah kini tengah menunggu proses lelang agar pekerjaan fisik bisa segera dimulai. “Kalau proses ini berjalan lancar, ditargetkan paling lambat bulan depan sudah mulai eksekusi untuk 1.306 hektare tersebut,” jelasnya.

Selain program perluasan lahan (ekstensifikasi), Pemkab SBT juga mendapat dukungan untuk peningkatan produktivitas melalui program optimasi lahan (intensifikasi). Sebanyak 51 kelompok tani akan menerima bantuan untuk mengelola sekitar 1.340 hektare lahan tidur.

Dalam skema ini, setiap hektare lahan akan mendapatkan bantuan sekitar Rp4,6 juta yang dikelola secara swakelola oleh kelompok tani. Total anggaran yang akan disalurkan mencapai lebih dari Rp6 miliar. “Ini untuk mendorong lahan-lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan agar kembali produktif, baik untuk padi sawah maupun padi gogo,” katanya.

Namun demikian, Sofyan mengakui masih ada sejumlah kendala, terutama terkait infrastruktur irigasi. Salah satunya adalah Bendungan Webubi yang hingga kini belum berfungsi optimal akibat kerusakan.

Menurutnya, bendungan tersebut sangat vital karena menjadi sumber air bagi sekitar tiga desa di wilayah tersebut. “Kami sudah sampaikan ke pihak terkait. Bendungan Webubi ini penting karena ada tiga desa yang membutuhkan air dari sana. Saat ini belum dimanfaatkan karena mengalami kerusakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk perbaikan bendungan tersebut pada tahun ini. Pihaknya berharap perbaikan tersebut dapat segera terealisasi sehingga mendukung program cetak sawah baru maupun optimasi lahan.

“Kalau ini diperbaiki, maka seluruh kegiatan pertanian bisa didukung oleh irigasi yang memadai. Kita optimistis produksi padi di akhir tahun ini atau tahun depan bisa terjaga bahkan meningkat,” kata Sofyan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....