Kantor Permanen Kementerian Haji & Umrah SBT Dibangun Tahun 2027, Ini Lokasinya

  • 30 Apr 2026 11:37 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, berencana membangun kantor permanen pada awal tahun 2027. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah SBT, Ismail Rumwokas, dalam keterangannya kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis,30 April 2026.

Ismail mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan awal, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penyediaan lahan pembangunan.

"Informasi yang kami dapatkan, Insyaallah pembangunan direncanakan dimulai awal 2027. Kami juga sudah melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah untuk meminta lokasi pembangunan kantor," ujarnya.

Menurut Ismail, Bupati SBT Fahri Husni Alkatiri, menyambut positif rencana tersebut. Bahkan, pemerintah daerah langsung menindaklanjuti dengan menurunkan tim aset untuk melakukan pengukuran lahan.

"Dari hasil pengukuran, kami mendapatkan lahan seluas 100x50 meter persegi yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Gumumae, Bula, bersebelahan dengan kantor perpustakaan daerah," jelasnya.

Pembangunan kantor tersebut direncanakan menggunakan sumber anggaran dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), seperti halnya pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan madrasah.

Ia berharap, dengan adanya kantor permanen nantinya, pelayanan kepada masyarakat dapat meningkat dibandingkan kondisi saat ini yang masih menggunakan kantor sewa.

"Kalau sudah punya kantor sendiri tentu ada perbedaan besar, baik dari sisi pelayanan maupun kenyamanan kerja," tambahnya.

Selain meningkatkan pelayanan, Ismail juga menilai keberadaan kantor di kawasan Pantai Gumumae berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah, khususnya sektor pariwisata.

Ia mencontohkan, kegiatan manasik haji yang digelar di lokasi tersebut berpotensi menarik banyak pengunjung.

"Kalau kegiatan manasik dilaksanakan di Pantai Gumumae, tentu akan mengundang banyak orang datang. Ini bisa berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dari sektor wisata," ujarnya.

Ia bahkan memperkirakan, jika satu jemaah datang dengan satu pendamping, maka jumlah pengunjung bisa meningkat signifikan, belum termasuk wisatawan lain yang turut datang.

"Kalau 100 jemaah saja sudah 200 orang dengan pendampingnya. Itu belum termasuk pengunjung lain. Ini tentu bisa menambah pemasukan daerah dari karcis masuk," katanya.

Ismail berharap rencana pembangunan kantor tersebut dapat berjalan lancar sehingga pada 2027 pembangunan sudah dapat direalisasikan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....