Distan SBT Perluas Lahan Padi Sawah 10 Hektare di Desa Akijaya, Ini Tujuannya

  • 28 Apr 2026 15:12 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, kembali meningkatkan luas tanam padi sawah dengan menanam 10 hektare di Desa Akijaya, Kecamatan Bula Barat, Selasa, 28 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak produksi sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distan SBT, Sofyan Waraiya, mengatakan hingga saat ini total luas tanam padi sawah di wilayah tersebut telah mencapai 292 hektare. “Sampai dengan hari ini kami telah menanam padi sawah seluas 292 hektare. Tadi pagi juga kami menanam kurang lebih 10 hektare di Desa Akijaya,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, Desa Akijaya sebelumnya hanya mampu mengelola sekitar 1 hektare lahan pada periode 2019 hingga 2025. Namun berkat kolaborasi antara penyuluh pertanian, petani, Balai Wilayah Sungai, dan Distan, luas tanam kini meningkat signifikan menjadi 10 hektare.

Menurut Sofyan, peningkatan tersebut merupakan bagian dari strategi mengaktifkan kembali lahan tidur yang memiliki potensi besar untuk pertanian. “Kami fokus mencari daerah dengan lahan menjanjikan yang belum dimanfaatkan. Lahan-lahan kritis menjadi prioritas untuk dibangunkan kembali,” jelasnya.

Program serupa sebelumnya juga dilakukan di Desa Waisamet, yang berhasil meningkatkan luas tanam dari 5–7 hektare menjadi 50 hektare. Upaya ini sejalan dengan program swasembada pangan nasional yang terus didorong pemerintah pusat. Targetnya tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Untuk mencapai target tersebut, Distan SBT menerapkan dua pola utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan dengan memaksimalkan lahan yang sudah ada, sedangkan ekstensifikasi melalui pembukaan lahan baru. “Lahan yang belum dimanfaatkan akan kita optimalkan, dan lahan baru juga akan dicetak untuk meningkatkan produksi beras,” kata Sofyan.

Saat ini, kontribusi produksi beras di SBT baru mencapai sekitar 18,5 persen dari kebutuhan daerah dengan jumlah penduduk sekitar 140 ribu jiwa. Meski demikian, pihaknya optimistis angka tersebut dapat meningkat seiring dukungan program nasional.

Dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga mulai dirasakan di daerah, di antaranya pembangunan 15 unit irigasi tersier yang disalurkan langsung ke kelompok tani, 22 unit irigasi perpompaan, serta program optimasi lahan untuk 51 kelompok tani.

“Respons pemerintah pusat sangat besar. Kami optimistis jika sarana dan prasarana terpenuhi, maka luas tanam dan produksi akan meningkat,” ujarnya.

Sofyan menegaskan, target utama saat ini adalah mencapai swasembada pangan di tingkat daerah terlebih dahulu sebelum berkontribusi lebih luas ke tingkat provinsi maupun nasional. “Kita mulai dari memenuhi kebutuhan daerah sendiri, baru kemudian ke tingkat yang lebih besar,” ucapnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....