PDIP SBT Gelar Lomba Gulung Papeda Peringati Hari Kartini
- 25 Apr 2026 14:43 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, memperingati Hari Kartini ke-147 dengan tema "Meneladani Semangat Kartini: Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya dan Berdampak.", Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan ini diisi dengan lomba gulung papeda melibatkan partisipasi aktif kaum perempuan sebagai bentuk penguatan peran mereka dalam sektor pangan lokal yang dipusatkan di Pujasera, Pantai Wailola, Kota Bula.
Pantauan rri.co.id, dalam perlombaan ini beberapa aspek yang dinilai juri meliputi, cara penyajian papeda, cita rasa, tekstur papeda dan ketetapan waktu.
Ketua DPC PDI Perjuangan SBT, Abdul Azis Yanlua, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026.
Secara nasional, terdapat sekitar 14 jenis lomba yang dianjurkan, namun pihaknya memilih lomba gulung papeda sebagai bentuk dukungan terhadap hilirisasi sagu.
“Memang kita sengaja memilih gulung papeda ini supaya mendekatkan dengan kebijakan pemerintah daerah soal hilirisasi sagu. Kita tidak hanya bicara perubahan komoditas dari bahan baku menjadi pati, tetapi juga produksi pangan lokal,” ujar Azis kepada wartawan.
Ia menjelaskan, pengembangan sagu tidak boleh berhenti pada produksi pati semata, melainkan harus diarahkan pada produk olahan yang memiliki nilai tambah. Sejumlah produk lokal seperti sagu tumbuh dan bagea disebut sebagai contoh hasil kreativitas masyarakat SBT yang potensial dikembangkan.
Menurut Azis, hingga saat ini belum ada makanan khas Maluku yang memiliki hak paten resmi. Padahal, sagu merupakan simbol identitas masyarakat, khususnya di wilayah Seram Bagian Timur.
“Kalau hasil produktivitas masyarakat ini kita kelola dengan baik, bisa diusulkan ke pemerintah daerah untuk diperjuangkan menjadi hak paten. Ini penting untuk perlindungan budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomis,” jelasnya.
Ia juga menilai produk pangan berbasis sagu memiliki peluang besar menjadi komoditas unggulan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Bahkan, produk tersebut dapat menjadi alternatif dalam menghadapi potensi krisis pangan.
“Kita berharap ke depan, ketika pemerintah daerah bertemu kementerian di pusat, tidak hanya membawa oleh-oleh seperti minyak kayu putih atau dendeng rusa, tetapi juga produk UMKM seperti sagu tumbuh dan bagea,” katanya.
Lebih lanjut, Azis menegaskan dukungan penuh PDI Perjuangan terhadap program hilirisasi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur. Ia juga mendorong agar program tersebut dapat masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) agar mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau masuk PSN, tentu ada tambahan anggaran dari APBN. Tapi pengelolaannya harus tetap berbasis tradisional, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Sagu sebagai potensi unggulan di SBT dinilai harus mampu meningkatkan pendapatan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sumber daya alam itu harus membawa efek positif terhadap pertumbuhan dan pendapatan warga masyarakat. Karena itu sagu harus dikelola untuk melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat di Seram Bagian Timur,” ujarnya.
Adapun lomba gulung papeda ini didominasi oleh partisipasi perempuan, sejalan dengan semangat Hari Kartini yang mengangkat peran perempuan dalam pembangunan, khususnya di sektor pangan lokal.
Melalui kegiatan ini, PDI Perjuangan SBT berharap pengembangan sagu tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk produk nyata yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....