Kemendikdasmen-Setpres Turun Langsung Tinjau Kelas Filial SDN 8 Kilmury
- 23 Apr 2026 15:52 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Kondisi kelas jauh (filial) SD Negeri 8 Kilmury di dusun Wolok, Kecamatan Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, yang viral di media sosial mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Dua tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Sekretariat Kepresidenan turun langsung melakukan peninjauan.
Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga SBT, Afiudin Rumakway, mengatakan kedua rombongan tersebut datang untuk memastikan kondisi riil sekolah yang ramai diperbincangkan publik.
“Yang pertama dari Kemendikdasmen, khususnya Direktorat SD, dan yang kedua dari Sekretariat Kepresidenan. Keduanya berkunjung untuk memastikan kondisi SD Negeri 8 Kilmury yang viral di media sosial,” kata Afiudin kepada wartawan di Kantor Dinas setempat, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, sekolah tersebut sebelumnya disebut sebagai bangunan permanen, namun kenyataannya masih menggunakan material sederhana seperti gaba-gaba dan atap rumbia.
Menurut Afiudin, tim dari Kemendikdasmen telah menyelesaikan tugasnya dan kembali, sementara tim dari Sekretariat Kepresidenan dijadwalkan melanjutkan kunjungan langsung ke lokasi pada Jum'at, 25 April 2026.
“Mereka akan melihat secara dekat kondisi kelas filial SDN 8 Kilmury yang berada di Dusun Wolok, Negeri Administratif Undur,” ujarnya.
Afiudin menegaskan pihaknya tidak ingin menyalahkan pihak manapun terkait informasi yang beredar di media sosial. Ia justru melihat kejadian ini sebagai momentum untuk membuka perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi daerah.
“Saya tidak bermaksud menuduh siapa pun. Tapi ada hikmah dari peristiwa ini, sehingga kondisi di lapangan bisa ditelusuri dan mungkin dapat diintervensi oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menilai persoalan utama yang dihadapi bukan semata-mata sektor pendidikan, melainkan keterbatasan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.
“Harapan kami, yang dilihat bukan hanya persoalan pendidikan, tapi juga infrastruktur. Kalau jalan dan jembatan terbangun, saya yakin masalah pendidikan akan ikut terselesaikan,” katanya.
Rumakway menambahkan, pembangunan dua jembatan di wilayah tersebut dinilai krusial karena akan membuka akses bagi masyarakat, termasuk di bidang kesehatan dan ekonomi.
“Kalau dua jembatan ini diselesaikan, bukan hanya pendidikan, tapi banyak sektor lain juga akan ikut berkembang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” pungkasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....