Dinas Pendidikan SBT Tanggapi Viralnya Kelas Filial SDN 8 Kilmury di Medsos
- 23 Apr 2026 15:39 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Afiudin Rumakway, angkat bicara . Ia akhirnya mengklarifikasi viralnya kondisi kelas jauh (filial) SD Negeri 8 Kilmury di media sosial.
Afiudin menyampaikan klarifikasi kepada wartawan di kantornya pada Kamis, 23 April 2026 usai menerima kunjungan tim dari Sekretariat Kepresidenan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia menegaskan bahwa bangunan yang viral tersebut bukanlah sekolah negeri baru yang permanen, melainkan hanya kelas filial atau kelas jauh dari SD Negeri 8 Kilmury yang berinduk di Desa Undur.
“Perlu kami tegaskan bahwa ini bukan sekolah baru atau sekolah negeri permanen. Ini adalah kelas filial dari SD Negeri 8 yang berada di Kampung Woluk, bagian dari Dusun Desa Administratif Negeri Undur,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kelas filial tersebut merupakan prakarsa masyarakat setempat bersama pihak sekolah dan UPTD Pendidikan Kecamatan Kilmury. Hal ini didorong oleh kondisi geografis wilayah yang kerap dilanda banjir. Saat musim hujan, akses menuju sekolah induk menjadi terhambat karena siswa harus menyeberangi dua sungai yang berisiko tinggi.
“Kalau hujan, banjir pasti terjadi dan akses terputus. Orang tua khawatir anak-anak mereka harus menyeberangi dua sungai untuk ke sekolah induk,” jelasnya.
Afiudin menambahkan, kelas filial tersebut berfungsi sebagai tempat belajar sementara atau “rumah singgah” guna menjamin keselamatan siswa saat kondisi tidak memungkinkan. “Jadi kelas ini hanya difungsikan saat banjir. Kalau tidak banjir, siswa tetap belajar di sekolah induk,” katanya.
Terkait kondisi bangunan yang dinilai tidak layak karena terbuat dari gaba-gaba (pelepah sagu) dan beratapkan rumbia, Afiudin mengakui hal tersebut. Namun, Ia menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam.
“Kalau bicara layak atau tidak, memang belum layak. Tapi ini adalah solusi darurat. Kami terus berupaya melakukan pembenahan agar pelayanan pendidikan semakin baik,” ujarnya.
Ia juga menanggapi anggapan bahwa bangunan tersebut merupakan cikal bakal sekolah baru. Menurutnya, proses pendirian sekolah negeri harus melalui prosedur dan standar operasional yang berlaku. “Tidak serta-merta karena ini lalu langsung jadi sekolah permanen. Semua ada prosesnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Afiudin juga mengungkapkan terkait adanya kunjungan Tim dari Kemendikdasmen dan Sekretariat Kepresidenan ke Dinas Pendidikan tersebut, Kamis, 24 April 2026. Ia menyebut kunjungan tim dari Kemendikdasmen dan Sekretariat Kepresidenan bertujuan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan terkait informasi yang beredar di media sosial.
Tim dari Kemendikdasmen disebut telah menyelesaikan tugasnya, sementara tim dari Sekretariat Kepresidenan dijadwalkan akan meninjau langsung lokasi kelas filial tersebut pada Jum'at ,25 April 2026.
Afiudin berharap, perhatian pemerintah pusat tidak hanya terfokus pada sektor pendidikan, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur pendukung. “Kalau jalan dan jembatan dibangun, saya yakin bukan hanya pendidikan yang selesai, tapi juga kesehatan dan perekonomian masyarakat ikut meningkat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif dan tidak membesar-besarkan informasi yang beredar. “Kami berharap semua pihak tetap menjaga kondusivitas demi kelancaran proses pendidikan. Pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....