LPDB Koperasi Dorong Akselerasi Ekonomi Lokal di Seram Bagian Timur

  • 15 Apr 2026 08:14 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula- Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi turun langsung ke Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, untuk mengakselerasi potensi ekonomi lokal melalui skema pembiayaan dana bergulir dan penguatan kelembagaan koperasi.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Koperasi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mendorong koperasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menegaskan bahwa kehadiran LPDB tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga membangun ekosistem koperasi yang berkelanjutan.

“LPDB hadir sebagai instrumen negara untuk memperkuat koperasi. Kami tidak hanya menyalurkan dana bergulir, tetapi juga melakukan pendampingan dan inkubasi usaha. Tahun ini, kami memiliki target penyaluran sebesar Rp2,1 triliun, dan kami melihat SBT memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari akselerasi tersebut,” ujar Deva, Selasa, 14 April 2026.

Menurutnya, Kabupaten SBT memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor perikanan, sagu, olahan kayu, hingga energi terbarukan berbasis pesisir yang belum dikelola secara optimal.

LPDB menawarkan skema pembiayaan konvensional dan syariah dengan tarif kompetitif, tanpa biaya provisi dan administrasi. Skema ini diharapkan mampu mendorong koperasi menjadi entitas bisnis yang mandiri dan profesional.

Deva juga menyoroti peluang pengembangan usaha berbasis koperasi, seperti hilirisasi sagu, pengolahan hasil perikanan, desa wisata, hingga pemanfaatan mangrove untuk carbon trading. Selain itu, sektor energi seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan desalinasi air laut dinilai berpotensi menjadi model bisnis koperasi masa depan.

Pada tahap awal, LPDB akan mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mengakses dana bergulir, khususnya dalam pengembangan industri pengolahan kayu yang telah menembus pasar ekspor ke Turki, pengembangan PLTS, serta pertambakan udang vaname.

“Kami melihat langsung potensi luar biasa di Seram Bagian Timur. Ini bukan hanya peluang, tapi masa depan ekonomi daerah yang bisa dikelola oleh koperasi dengan dukungan pembiayaan LPDB,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menyambut baik kolaborasi ini sebagai dorongan bagi penguatan ekonomi lokal.

“Kami menyadari bahwa SBT memiliki potensi besar, namun membutuhkan dukungan pembiayaan dan pendampingan. Kehadiran Kementerian Koperasi, MUI dan LPDB menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua MUI Bidang Ekonomi M. Azrul Tanjung menilai kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat berbasis koperasi.

“Kami ingin koperasi menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pembiayaan dari LPDB dan program Kementerian Koperasi, kami optimistis potensi lokal seperti perikanan dan energi berbasis surya bisa dikembangkan secara maksimal,” jelasnya.

Kolaborasi antara LPDB Koperasi, Kementerian Koperasi, dan MUI ini diharapkan mampu menciptakan model pengembangan ekonomi daerah berbasis koperasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dengan semangat percepatan pembangunan ekonomi rakyat, Seram Bagian Timur kini bersiap menjadi salah satu episentrum baru pengembangan koperasi di kawasan timur Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....