Dorong Percepatan SPPG Terpencil di SBT, Sikap IMM Diapresiasi
- 14 Apr 2026 17:01 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula — Salah satu investor pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Konstansius Kolatfeka, mengapresiasi sikap kritis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terhadap program strategis nasional tersebut.
Dalam keterangannya di, Selasa, 14 Apriy 2026, Kolatfeka menilai langkah IMM sebagai bentuk kepedulian terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Bagi beta, luar biasa sikap kritis teman-teman IMM terhadap program strategis nasional. Ini langkah terobosan yang sangat baik dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Kolatfeka.
Ia juga mendorong seluruh pihak, khususnya investor yang telah mendapatkan legitimasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), untuk segera mempercepat pembangunan dapur SPPG di wilayah terpencil SBT.
Menurutnya, percepatan pembangunan penting agar masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, dapat segera merasakan manfaat program tersebut.
Kolatfeka menjelaskan, dirinya bersama investor lain, termasuk Madja Rumatiga, telah mengantongi surat keputusan resmi dari BGN untuk membangun sejumlah titik SPPG di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, proses pembangunan telah berlangsung selama dua hingga tiga bulan terakhir, meskipun menggunakan pendekatan berbeda dibandingkan pembangunan konvensional di daerah setempat.
“Kalau yang dibangun secara konvensional menggunakan material lokal, kami menggunakan pendekatan modular,” katanya.
Menurut dia, konsep modular hanya memerlukan pembangunan fondasi di lokasi, sementara struktur bangunan diproduksi di pabrik dan kemudian dikirim untuk dipasang langsung di lapangan.
Dalam proyek ini, pihaknya bekerja sama dengan PT Krakatau Steel sebagai penyedia material modular, sejalan dengan kerja sama perusahaan tersebut dengan BGN dalam percepatan pembangunan dapur di wilayah terpencil.
Ia mengungkapkan, saat ini pembangunan telah mencakup sekitar 20 titik di SBT. Sejumlah progres yang telah dicapai antara lain pembangunan fondasi di beberapa lokasi, termasuk empat titik di Pulau Teor, konsolidasi material seperti batu dan pasir, serta penyelesaian administrasi dan kepastian status lahan.
Sementara itu, untuk wilayah Kesui, material disebut telah tersedia dan siap digunakan.
Kolatfeka mengakui proses pembangunan sempat mengalami perlambatan akibat perubahan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah, termasuk terkait skema pembangunan dan pembiayaan.
Saat ini, ia berada di Jakarta untuk memastikan penyesuaian terhadap juknis terbaru, termasuk proses pengiriman material modular dari pabrik di Cilegon, Jawa Barat.
“Kita harus mengikuti juknis terbaru karena itu menjadi acuan dalam kontrak pembangunan. Yang pasti, tidak ada niat untuk memperlambat,” tegasnya.
Ia memastikan proyek pembangunan SPPG terpencil di Kabupaten Seram Bagian Timur akan tetap dilanjutkan hingga tuntas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang pasti pembangunan ini akan terselesaikan,” ujarnyaujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....