Anggota DPRD SBT Minta Pemda Sikapi Kekurangan Guru di SD Muhammadiyah Tobo
- 09 Apr 2026 12:28 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Anggota DPRD Seram Bagian Timur (SBT), Maluku dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Idrus Wakano, menyoroti kondisi tenaga pengajar di SD Muhammadiyah Tobo yang dinilai memprihatinkan. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD SBT yang digelar pada Rabu, 8 April 2026.
Dalam rapat yang turut dihadiri Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri itu, Idrus mengungkapkan bahwa temuan tersebut diperoleh saat dirinya melakukan reses beberapa waktu lalu. “SD Muhammadiyah Tobo ini mungkin jauh dari pendengaran kita. Kemarin saat reses, kami sempatkan diri ke sekolah dan menemukan hanya ada dua guru,” ujar Idrus dalam forum tersebut.
Ia menambahkan, sekolah tersebut tidak memiliki tenaga pengajar dari kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu. “Tidak ada guru PPPK penuh waktu, tidak ada PPPK paruh waktu,” lanjutnya.
Idrus juga mempertanyakan status pengelolaan sekolah yang disebut sebagai yayasan, namun tetap menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurutnya, hal ini membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk turut mengambil peran dalam perbaikan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
“Kabarnya itu yayasan, tetapi kok dapat dana BOS. Jika dapat dana BOS, artinya pemerintah daerah bisa mengintervensi,” katanya. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Hal ini demi menjamin kelancaran proses belajar mengajar bagi para siswa.
“Sehingga apa yang bisa diharapkan masyarakat atas kelancaran belajar mengajar siswa-siswi SD Muhammadiyah Tobo juga dapat diperhatikan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....