Proyek Jembatan Bula Air 2 Tetap Dilanjutkan
- 30 Apr 2026 13:16 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula-Proyek pembangunan Jembatan Bula Air 2 di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, tetap dilanjutkan, meski sebelumnya sempat tertunda gegara konflik lahan yang diklaim oleh salah seorang warga. Berbicara kepada wartawan di ruangan kerjanya, Kamis 30 April 2026, Kepala Dinas PUPR kabupaten setempat,
Ramli Sibualamo mengungkapkan, meski proyek ini ditangani langsung BWS Maluku, namun pihaknya tetap ikut membantu memfasilitasi, mengkomunikasikan dan memediasi sengketa lahan dimaksud. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan juga perihal status pemilikan lahan di lokasi pembangunan," ungkapnya.
Dikatakan, dari hasil koordinasi itu Kantor Pertanahan telah melakukan pemetaan dan diketahui lokasi pembangunan tidak berada pada lahan milik warga bernama Yunan. Yunan sendiri sebelumnya mengklaim dan memasang tanda larangan di lokasi tersebut.
Untuk mendorong secepatnya kembali dilanjutkan proyek pembangunan jembatan tersebut, Ramli membeberkan pihaknya baru saja didatangi pihaknya BWS Maluku. Dalam pertemuan bersama BWS itu, dirinya meminta agar pembangunan jembatan segera dilanjutkan.
"Nah, koordinasi dan hasil dari pertanahan itu menjadi suatu rujukan bahwa masyarakat yang menyatakan bahwa kena mereka punya lahan itu tidak," kata Ramli.
Mantan Kepala Dinas Perikanan ini mengaku sangat yakin, pembangunan jembatan ini tidak berada di lokasi milik warga. Keyakinannya ini didasarkan pada hasil koordinasi dengan kantor pertanahan tersebut.
Sebab itu lanjutnya, baik BWS maupun kontraktor pelaksana tidak perlu lagi ragu melanjutkan pembangunan jembatan dimaksud.
Pembangunan jembatan ini tandasnya, merupakan proyek pemerintah, tujuannya untuk mempermudah akses warga sekitar dalam bepergian. Karena itu siapapun tidak boleh menghambat.
"Tetap jalan saja, siapapun yang menghambat, kita serahkan kepada pihak berwajib untuk kita selesaikan sesuai prosedur hukum berlaku, kita ini negara hukum," ujarnya.
Sementara itu mengenai waktu pelaksanaan proyek yang terlambat dimulai gegara aksi pemalangan lokasi tersebut, Ramli mengaku BWS sendiri telah berkoordinasi dan meminta kalender waktu pengerjaan jembatan tersebut diperpanjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....