Sangaji Dituding Jadi Biang Kekisruhan Musda V Golkar SBT
- 22 Apr 2026 13:08 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula - Masdjan Sangaji, pimpinan sidang Musyawarah Daerah (Musda) ke-V DPD Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, dituding sebagai penyebab kekisruhan yang terjadi dalam forum Musda tersebut, Selasa kemarin, 21 April 2026.
Berbicara kepada wartawan di Bula, Hafas Kelrey, salah satu pimpinan sidang, menilai Sangaji sebenarnya sudah tidak netral sejak awal memimpin sidang. Puncaknya terlihat dari cara dia mengelola sidang paripurna yang salah satu agendanya adalah verifikasi rekomendasi dukungan.
Hafas menjelaskan, awalnya forum Musyawarah telah menyepakati dalam verifikasi tersebut bila terdapat rekomendasi ganda dikeluarkan Pimpinan Kecamatan (PK), maka rekomendasi PK tersebut dinyatakan gugur dengan sendirinya.
Sedikitnya empat PK yang mengeluarkan rekomendasi ganda, antara lain Gorom, Bula, Bula Barat dan Sirutaun Wida Timur.
"Malam itu kan kita semua sepakat seperti itu, tapi pada sidang lanjutan besoknya kesepakatan itu tidak dilaksanakan oleh pimpinan sidang Masdjan Sangaji," ujar Hafas.
Dalam sidang lanjutan yang digelar Selasa kemarin, kesepakatan forum Musyawarah mengenai penyelesaian rekomendasi ganda tersebut kembali dimentahkan oleh Sangaji selaku pimpinan sidang.
Kata Hafas, Sangaji bahkan dengan sengaja mengulur waktu, memancing emosi peserta dengan memperbanyak skorsing sidang. Taktik ini lanjut Hafas, sengaja dilakukan untuk memancing keributan peserta supaya menjadi alasan agar Musda ditarik ke DPD I Golkar Maluku.
Musda ke-V DPD Golkar SBT diikuti tiga bakal calon, antara lain Agil Rumakat, Husin Kelilauw dan Ismail Rumbalifar. Agil mendaftar dengan 13 dukungan, diantaranya 9 PK, 2 rekomendasi organisasi sayap dan Dewan Pembina dan DPD II.
Husin Kelilauw mendaftar dengan 2 PK dan Ismail Rumbalifar mendaftar dengan dukungan 8 PK dan 2 rekomendasi organisasi mendirikan dan didirikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....