Komunitas Lalantagi Culture Gelar Festival Ramadan di Bula
- 09 Mar 2025 19:29 WIB
- Bula
KBRN, Bula : Komunitas Lalantagi Culture akan mengadakan kegiatan Ramadan Festival 2025 di kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Ramadan Festival akan berlangsung selama 10 hari, mulai 10 s.d. 20 Maret 2025.
Ketua Panitia Muh. Abduh Ernas mengatakan, festival yang diisi berbagai perlombaan ini akan resmi dibuka pada Senin (10/3/2025) di anjungan pantai rekreasi Wailola Bula.
"Pembukaannya tanggal 10 malam.Tapi nanti tanggal 11 kegiatan. Kegiatannya itu ada lomba,” kata Ernas, Minggu (9/3/2025).
Menurut Abdu, festival Ramadan hadir sebagai upaya promosi sekaligus pelestarian kekayaan budaya islam yang kini mulai tergerus arus modernisasi.
Ia mengatakan arus modernisasi seringkali membawa pengaruh negatif yang dapat menggerus nilai keimanan dan budaya lokal.
Oleh karena itu, momentum ramadhan dianggap sebagai momen yang tepat untuk memperkuat keimanan dan memperdalam pemahaman generasi muda akan nilai-nilai keislaman yang telah menjadi akar budaya masyarakat SBT.
“Festival Ramadan SBT tahun 2025 hadir sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Bulan suci Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperkuat iman dan memperdalam pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman,” jelasnya.
Abdu menyebutkan festival ramadhan ini akan diisi dengan beragam perlombaan. Meliputi dendang sahur, lomba video dendang sahur, lomba Da’i cilik, lomba hias dusun, talk show dengan tema tingkatkan generasi beriman dan berbudaya di bumi Ita Wotu Nusa’, tauziah menjelang berbuka, tenda baca (perpustakaan), live musik islami, bazar Ramadan/pasar murah, kuliner Ramadhan, penyuluh agama gratis dan galang dana.
Ia mengaku lomba dendang sahur akan dilakukan secara live perform yang diikuti sebanyak 12 grup. Sedangkan lomba video dendang sahur diikuti sebanyak 9 grup, dai cilik 40 orang dan hias dusun sebanyak 9 grup.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran spiritual yang kokoh sebagai landasan dalam menghadapi tantangan zaman, dan menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....