BWS Maluku Terus Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di SBT

  • 16 Sep 2026 10:18 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula— Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah di Maluku.

Di Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tim BWS Maluku mendistribusikan sebanyak 4.000 liter air bersih kepada 133 Kepala Keluarga (KK) di Desa Waru.

Distribusi air bersih tersebut menghadapi tantangan tersendiri karena jarak antara sumber air dan lokasi masyarakat terdampak mencapai sekitar 40 hingga 60 kilometer. Kondisi ini membuat proses pengambilan hingga pendistribusian air membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang.

"Kegiatan distribusi air bersih kepada masyarakat Desa Waru ini merupakan hasil koordinasi antara Dinas PUPR Kabupaten SBT, BWS Maluku dan BPBKP Maluku," beber Staf BWS Maluku, Erwin Tuanany kepada Radio Republik Indonesia (RRI) Bula, Selasa malam, 15 September 2026.

Antusiasme masyarakat terlihat saat proses penyaluran berlangsung. Warga rela mengantre untuk mendapatkan air bersih yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya penyaluran air bersih yang dilakukan oleh tim BWS Maluku, terutama di tengah kondisi sulitnya mendapatkan sumber air akibat kekeringan.

Usai mendistribusikan air bersih di Kecamatan Teluk Waru, tim BWS Maluku kembali bergerak setelah menerima informasi bahwa Desa Waimaatakabo, yang merupakan kawasan transmigrasi, juga mengalami krisis air bersih. Setelah berkoordinasi dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, Ruslan Malik, tim lapangan langsung bergerak sesuai arahan untuk membantu masyarakat Desa Waimatakabo yang membutuhkan pasokan air bersih.

Selain berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten SBT, tim BWS Maluku juga melakukan koordinasi dengan Fasilitator Program TEKAD. Desa Waimatakabo merupakan salah satu lokus Program TEKAD sehingga proses penyaluran air bersih di lapangan turut didampingi oleh fasilitator di tingkat desa.

Di Desa Waimatakabo, tim BWS Maluku kembali mendistribusikan 4.000 liter air bersih kepada 206 KK penerima manfaat. Kegiatan distribusi berjalan dengan lancar. Namun, salah satu kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah sulitnya memperoleh sumber air bersih. Untuk mendapatkan pasokan air, tim BWS Maluku harus menempuh jarak sekitar 50 hingga 60 kilometer.

Erwin Tuanany yang mendampingi kegiatan distribusi air bersih, mengatakan penyaluran bantuan tersebut akan terus dilakukan sesuai arahan Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku. Menurutnya, BWS Maluku tidak hanya melakukan distribusi air bersih di Kabupaten Seram Bagian Timur, tetapi juga terus berupaya menjangkau kabupaten dan wilayah lain yang membutuhkan bantuan.

“Kegiatan ini terus berlanjut sesuai arahan Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku. Distribusi air bersih tidak hanya dilakukan di SBT, tetapi BWS Maluku akan terus menjangkau setiap kabupaten yang membutuhkan,” ujar Erwin.

Ia menyebutkan, hingga saat ini kegiatan distribusi air bersih oleh BWS Maluku telah dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten SBT, SBB, Maluku Tengah dan Kota Ambon. Upaya percepatan distribusi air bersih tersebut juga sejalan dengan instruksi Dirjen Sumber Daya Air, Arnold Ritiauw kepada BWS Maluku agar terus bergerak cepat dalam menghadapi musim kemarau dan memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....