Pembangunan Industri Sagu di Bula Air, Wabup SBT Tekankan Pentingnya Kajian AMDAL
- 09 Sep 2026 14:02 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, mendukung rencana pembangunan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) pengolahan sagu oleh investor di Desa Bula Air, Kecamatan Bula. Wakil Bupati SBT M. Miftah Thoha Rumarey Wattimena mengatakan, pemerintah daerah menekankan pentingnya kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum pembangunan kawasan tersebut direalisasikan.
Hal itu disampaikan Miftah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Kajian AMDAL Rencana Pembangunan KPI Pengolahan Sagu di Sigafua Resto & Cafe, Kota Bula, Rabu, 9 September 2026.
Miftah mengatakan AMDAL menjadi tahapan penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi dampak yang dapat muncul dari pembangunan kawasan industri. Kajian tersebut mencakup aspek lingkungan, kesehatan, sosial, hingga kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan.
"AMDAL sangat penting untuk mengidentifikasi berbagai potensi dampak terhadap lingkungan, kesehatan, sosial, serta kehidupan masyarakat di sekitar kawasan," kata Miftah dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kajian AMDAL tidak hanya diperlukan untuk mengetahui potensi dampak pembangunan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan, pengelolaan, dan mitigasi terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan.
Karena itu, Miftah berharap proses penyusunan kajian dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Masyarakat sekitar, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya diharapkan dapat menyampaikan masukan dan saran.
"Keterlibatan masyarakat diperlukan agar pembangunan KPI pengolahan sagu tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," ujarnya.
Miftah menegaskan hasil kajian AMDAL nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan KPI pengolahan sagu di Desa Bula Air.
"Sehingga pembangunan industri sagu dapat berjalan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat," katanya.
Pemkab SBT memastikan pembangunan KPI pengolahan sagu tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Keberadaan kawasan industri juga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sagu sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Pemerintah berharap manfaat ekonomi tersebut dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.
Miftah juga berharap FGD kajian AMDAL menghasilkan rekomendasi yang objektif. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah pembangunan KPI pengolahan sagu.
"Harapan kami kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang objektif serta menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan KPI pengolahan sagu di Desa Bula Air," tuturnya.
Kajian AMDAL dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dan memitigasi potensi dampak lingkungan yang dapat muncul akibat pengembangan kawasan industri. Selain aspek lingkungan, kajian juga memperhatikan kemungkinan dampak terhadap kehidupan sosial masyarakat di sekitar kawasan.
Dengan demikian, rencana pembangunan industri pengolahan sagu di Desa Bula Air diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....