Sambut Pengelolaan Migas Blok Binaya, Pemkab SBT Akan Siapkan SDM

  • 02 Sep 2026 21:14 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula –Pemkab Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, akan mulai menyiapkan SDM sesuai kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengelolaan migas Blok Binaya di lepas pantai Seram oleh Pertamina. Bupati Fachri Husni Alkatiri mengatakan keterlibatan masyarakat lokal, khususnya dalam penyediaan tenaga kerja, perlu dipersiapkan sejak awal agar anak-anak daerah memiliki kesempatan untuk bekerja sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang ditetapkan perusahaan.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten SBT melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah diminta berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk PT Balam Energy dan Pertamina, untuk mengetahui proyeksi kebutuhan tenaga kerja dalam kegiatan pengelolaan Blok Binaya dan Blok East Seram.

“Dari sekarang kita sudah minta ke Dinas Tenaga Kerja untuk ngobrol dengan Balam dan Pertamina terkait proyeksi kebutuhan tenaga kerja, pada bidang dengan kualifikasi apa saja,” kata Fachri kepada wartawan di Bula, Selasa, 1 September 2026.

Menurutnya, informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja tersebut penting agar pemerintah daerah dapat menyiapkan berbagai program pelatihan bagi masyarakat lokal. Dengan demikian, ketika perusahaan mulai melakukan perekrutan, tenaga kerja asal daerah sudah memiliki keterampilan dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan.

“Supaya pemerintah daerah bisa menyiapkan pelatihan untuk anak-anak daerah dari sekarang. Jadi begitu mereka akan merekrut, anak-anak daerah sudah siap,” ujarnya.

Fachri menegaskan, pemerintah daerah menginginkan sebanyak mungkin masyarakat SBT maupun daerah sekitar dapat dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan Blok Binaya. Selain tenaga kerja, ia juga meminta agar pengusaha lokal diberikan ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan penunjang operasional industri minyak dan gas.

Ketua DPW PKS Maluku ini menilai, kegiatan pengelolaan minyak dan gas memiliki banyak sektor pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh pelaku usaha lokal.

“Kalau minyak dikelola, itu banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang bisa di-share dengan pengusaha-pengusaha lokal,” katanya.

Fachri juga meminta agar peluang keterlibatan pengusaha lokal tersebut mulai direncanakan sejak awal, termasuk membuka ruang bagi perusahaan daerah untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan Blok Binaya. Menurutnya, keterlibatan perusahaan daerah dan pengusaha lokal penting agar manfaat ekonomi dari kegiatan industri migas tidak hanya dirasakan melalui Dana Bagi Hasil (DBH).

“Perusahaan daerah juga kalau bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan, sehingga daerah juga mendapatkan manfaat lebih dari sekadar hanya pasif dan menunggu DBH,” jelasnya.

Fachri mengatakan, pengalaman dari pengelolaan dua blok migas sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar keterlibatan daerah dalam pengelolaan Blok Binaya dan East Seram dapat lebih maksimal.

“DBH ini kan kita cuma menunggu, tidak bisa bicara banyak. Tapi hal-hal lain itu ingin kita maksimalkan supaya jauh lebih baik daripada dua blok yang selama ini sudah dikelola, tapi kita belum terlalu maksimal terlibat di daerah,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten SBT berharap pengelolaan Blok Binaya dan East Seram dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, pengusaha lokal, dan perusahaan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....