PHE Binaya Siapkan Eksplorasi Migas Lepas Pantai Seram, Produksi Ditargetkan 2036
- 01 Sep 2026 12:59 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula – Pertamina Hulu Energi (PHE) Binaya mulai mempersiapkan tahapan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di wilayah kerja blok Binaya, lepas pantai Seram, Maluku. Project Manager Wilayah Kerja (WK) Binaya, Neni Herawati, mengatakan kegiatan eksplorasi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian sekaligus mengetahui potensi cadangan minyak dan gas bumi di wilayah lepas pantai Seram.
Menurut Neni, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sejumlah kegiatan survei awal, antara lain survei batimetri dan pengambilan sampel sedimen. "Untuk yang sekarang ini hanya survei batimetri, kemudian mengambil sampel sedimen saja dulu, untuk melihat ada indikasi minyak atau tidak," kata Neni Herawati kepada awak media di Bula, Selasa, 1 September 2026.
Ia menjelaskan, tahapan tersebut akan dilanjutkan dengan survei seismik yang direncanakan berlangsung pada tahun depan. Jika hasil survei menunjukkan adanya potensi migas yang menjanjikan, PHE Binaya akan melanjutkan tahapan eksplorasi melalui kegiatan pengeboran yang ditargetkan pada 2029.
"Kalau data seismiknya ada potensi, kita akan bor di tahun 2029. Kalau berhasil, nanti kita akan kembangkan," ujarnya.
Neni menyebut, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan potensi migas dapat dikonfirmasi, wilayah kerja Binaya ditargetkan mulai memasuki tahap produksi pada 2036. Potensi produksi yang diproyeksikan cukup besar, yakni sekitar 95 ribu hingga 100 ribu barel minyak per hari.
"Insya Allah ditargetkan di tahun 2036, di area Seram, di lepas pantai Seram ini bisa membuat produksi minyak. Kita bisa menambah produksi yang signifikan sekitar 95.000 sampai 100.000 barel oil per day," katanya.
Meski kegiatan eksplorasi dilakukan di wilayah lepas pantai, PHE Binaya memastikan aspek sosial dan manfaat bagi masyarakat di daratan tetap menjadi perhatian. Neni mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemkab SBT, termasuk meminta dukungan agar seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan lancar.
"Kami melakukan kunjungan penghormatan ke Pak Bupati untuk meminta dukungan juga supaya nanti acaranya, seluruh kegiatan kami, proyek-proyek kami dapat berjalan lancar," ujarnya.
Ia menegaskan, ketika kegiatan migas mulai memasuki tahap yang lebih masif, masyarakat lokal diharapkan dapat mengambil bagian dan memperoleh manfaat dari keberadaan industri tersebut. Untuk itu, PHE Binaya ingin bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri migas.
Menurutnya, persiapan SDM perlu dilakukan sejak dini sehingga ketika kegiatan eksploitasi dimulai, masyarakat Seram tidak hanya mengisi posisi pada level pekerja lapangan, tetapi juga dapat menempati posisi yang membutuhkan keahlian dan pendidikan tinggi.
"Harapannya, kami tidak ingin masyarakat Seram itu bekerja hanya di level bawah. Nantinya mungkin harus ada yang engineer," katanya.
Neni juga mengungkapkan, kegiatan seismik yang sebelumnya dilakukan Pertamina di kawasan Southeast Seram merupakan bagian dari komitmen untuk melihat potensi migas di wilayah tersebut. Data hasil survei seismik sebelumnya akan dikombinasikan dengan data studi dan survei lanjutan yang dilakukan PHE Binaya.
"Tahun depan kita akan ada survei seismik lagi juga. Kita akan kombinasi seluruh data itu, baru kita akan coba lihat potensinya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....