APBD Perubahan 2026, Pemkab SBT Kembali Alokasi Rp1 Miliar untuk BTT

  • 20 Agt 2026 10:38 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula-Pemkab Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, melalui pembahasan APBD perubahan tahun 2026 ini kembali menganggarkan sedikitnya Rp 1 Miliar untuk Belanja Tidak Terduga (BTT). Dengan demikian secara keseluruhan Pemkab SBT dalam tahun ini telah mengalokasi Rp 2,5 Milyar untuk belanja tanggap darurat bencana.

Hal itu terbaca dari nota pengantar rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2026, disampaikan Bupati Fachri Husni Alkatiri dalam rapat paripurna DPRD, Jum'at malam, 14 Agustus 2026.

"Belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp 1 Miliar atau naik menjadi Rp 2,5 Miliar," kata Bupati Fachri dalam pidato nota pengantar.

Melalui alokasi anggaran dimaksud, Pemkab setempat diharapkan dapat lebih maksimal memitigasi bencana yang terjadi di daerah ini, terutama dalam menangani bencana kekeringan dan Karhutla yang sementara melanda, sebagai akibat dari dampak El Nino.

Dalam menangani bencana dampak El Nino, Pemkab SBT membentuk Satgas guna berkolaborasi dengan BNPB dan instansi terkait lain di daerah. Pembentukan Satgas tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Bupati M. Miftah Thoha R Wattimena.

Menurutnya untuk dapat mengatasi bencana Karhutla dan krisis air bersih sebagai dampak El Nino, perlu kolaborasi semua pihak. Sebab itu Satgas dibentuk untuk menghimpun upaya penanggulangan secara terpadu.

Sebelumnya BNPB juga telah turun langsung meninjau beberapa titik lokasi bencana kekeringan di SBT. Plt. Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Riswandi dalam kesempatan itu menyatakan, BNPB siap membantu Pemkab setempat dalam mengatasi Karhutla dan kekeringan.

Khusus kekeringan, BNPB akan mengadakan sumur bor dalam ataupun distribusi bantuan air bersih kepada warga. Begitu pula Karhutla dan kekeringan yang menimpa lahan pertanian, BNPB bakal membantu semaksimal mungkin.

"Kami bantu semaksimal mungkin pemerintah daerah," ujar Riswandi.

Selain Karhutla dan kekeringan, BNPB juga menaruh perhatian serius terhadap bencana abrasi pantai yang dilaporkan terjadi di beberapa daerah pesisir serta kelangkaan air bersih di wilayah kepulauan di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa.

Mengenai abrasi, Riswandi mengatakan untuk penanganan sementara dilakukan melalui pemasangan geobag. Sedang untuk penanganan lebih bersifat permanen, Riswandi menandaskan masih perlu dilakukan pendalaman

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....