Pemkab SBT Bentuk Satgas, Kolaborasi BNPB Tangani Dampak El Nino

  • 13 Agt 2026 20:17 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula-Pemkab Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, bentuk Satgas untuk menangani bencana dampak El Nino. Satgas tersebut dibentuk guna berkolaborasi dengan BNPB dan instansi terkait lain di daerah dalam rangka menangani bencana Karhutla dan kekeringan akibat dampak El Nino.

Rencana pembentukan Satgas tersebut diumumkan Wakil Bupati M. Miftah Thoha R Wattimena kepada awak media saat mendampingi tim BNPB meninjau lokasi bencana kekeringan di Desa Wailola Bula, Kamis, 13 Agustus 2026.

"Setelah ini akan ada rapat lanjutan untuk tim pemerintah daerah untuk membentuk Satgas. Karena menurut saya memang harus segera bentuk Satgas," katanya.

Wakil Bupati M. Miftah Thoha R Wattimena, akrab disapa Vitho, berpandangan untuk dapat mengatasi bencana Karhutla dan krisis air bersih sebagai dampak El Nino, perlu kolaborasi semua pihak. Sebab itu Satgas dibentuk untuk menghimpun upaya penanggulangan secara terpadu.

Pemerintah daerah lanjut Vitho, mengapresiasi kunjungan BNPB meninjau lokasi bencana kekeringan dan Karhutla di daerah ini. Putra Raja Negeri Kataloka itu menilai kehadiran tim BNPB sebagai wujud perhatian serius pemerintah pusat terhadap bencana yang dialami warga di daerah ini.

Plt. Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Riswandi menyatakan, BNPB siap membantu Pemkab SBT dalam mengatasi Karhutla dan kekeringan sebagai dampak El Nino. Pihaknya kata Riswandi ditugaskan kepala BNPB turun langsung ke daerah ini untuk melihat secara dekat kondisi darurat bencana yang dialami.

"Dan faktanya memang El Nino kuat ini yang kita rasakan di Seram Bagian Timur ini sudah berdampak kepada masyarakat, terutama kebutuhan air bersih," ujar Riswandi.

Khusus bencana kekeringan, BNPB akan mengadakan sumur bor dalam ataupun distribusi bantuan air bersih kepada warga. Begitu pula Karhutla dan kekeringan yang menimpa lahan pertanian, BNPB bakal membantu semaksimal mungkin.

"Kami bantu semaksimal mungkin pemerintah daerah," ucap Riswandi.

Dijelaskan, guna optimalisasi penanganan bencana dampak El Nino di daerah ini, BNPB akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya. Hal itu supaya penanganan dapat dilakukan secara terpadu dan hasilnya pun menjadi lebih maksimal.

Selain Karhutla dan kekeringan, BNPB juga menaruh perhatian serius terhadap bencana abrasi pantai yang dilaporkan terjadi di beberapa daerah pesisir serta kelangkaan air bersih di wilayah kepulauan di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa.

Mengenai abrasi, Riswandi mengatakan untuk penanganan sementara dilakukan melalui pemasangan geobag. Sedang untuk penanganan lebih bersifat permanen, Riswandi menandaskan masih perlu dilakukan pendalaman

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....