Cetak Sawah 1.362 Hektare di SBT Terkendala Musim Kemarau
- 12 Agt 2026 16:56 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula — Program cetak sawah seluas 1.362 hektare di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, menghadapi tantangan musim kemarau. Pemkab SBT berharap pemerintah pusat segera membantu mengatasi persoalan irigasi dan ketersediaan air.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri menyampaikan hal itu saat Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan) Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan meninjau pelaksanaan program cetak sawah di SBT, Selasa, 11 Agustus 2026.
Fachri mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap program swasembada pangan di Kabupaten SBT. "Pemda Kabupaten Seram Bagian Timur mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI atas dukungan program swasembada pangan di Kabupaten SBT," kata Fachri.
Fachri mengatakan program cetak sawah seluas 1.362 hektare yang dialokasikan untuk SBT pada 2026 sejauh ini berjalan cukup baik. Namun, musim kemarau menjadi kendala karena berdampak terhadap sistem irigasi dan ketersediaan air.
"Kabupaten SBT mendapatkan alokasi program cetak sawah seluas 1.362 hektare. Sejauh ini program yang telah dilaksanakan berjalan cukup baik, hanya saja beberapa bulan terakhir kita dihadapkan dengan kondisi musim kemarau," ujarnya.
Fachri menuturkan persoalan irigasi telah disampaikan kepada pejabat terkait di Kementan. Dia berharap pemerintah pusat segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi dengan balai wilayah sungai.
Meski kemarau, Pemkab SBT tetap berupaya menjaga produktivitas pertanian. Salah satunya dengan menggelar panen raya padi sawah seluas 5 hektare di Desa Aki Jaya, Kecamatan Bula Barat.
"Kemarin kita juga berhasil melaksanakan kegiatan panen raya di Desa Aki Jaya sebanyak 5 hektare lahan. Pemerintah daerah terus bekerja dengan kewenangannya untuk mendukung program cetak sawah dan menjaga produktivitas pertanian masyarakat," kata Fachri.
Pemkab SBT juga mengoptimalkan sumber-sumber air yang masih tersedia untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian selama musim kemarau. "Mudah-mudahan musim kering ini bisa kita lewati sampai akhir tahun dan semoga kita bisa mendapatkan hasil dari program cetak sawah dari Kementerian Pertanian," imbuhnya
Sementara itu, Irjen Kementan Irham Waroihan mengatakan kunjungannya ke SBT dilakukan untuk mengawasi sekaligus melihat langsung capaian program cetak sawah. Dalam peninjauan tersebut, Irham menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dikoordinasikan. Kendala itu berkaitan dengan irigasi, jalan usaha tani, status lahan, serta program listrik masuk sawah.
"Adapun beberapa hal yang menjadi kendala di lapangan, khususnya terkait irigasi, jalan usaha tani, status lahan, serta program listrik masuk sawah, perlu segera dilakukan koordinasi dan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait," ujar Irham.
Dia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala sehingga target program cetak sawah di Kabupaten SBT dapat tercapai secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....