Tak Tersentuh 20 Tahun, Petani Trans Waikudal SBT Akhirnya Terima Bantuan Alsintan
- 09 Jul 2026 13:32 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula– Petani di kawasan Transmigrasi Waikudal, Desa Batuwasa, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku akhirnya menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) setelah sekitar 20 tahun tidak memperoleh dukungan serupa dari pemerintah.
Bantuan yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur melalui Dinas Pertanian pada Selasa, 7 Juli 2026 itu terdiri atas tujuh unit alsintan untuk mendukung pengembangan kawasan cetak sawah seluas 141 hektare.
Pemerintah berharap bantuan tersebut menjadi langkah awal meningkatkan produksi beras sekaligus menekan tingginya harga beras di wilayah Kecamatan Werinama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang disampaikan pemerintah saat melakukan kunjungan kerja ke Trans Waikudal sekitar tiga pekan lalu.
Saat itu, kata Sofyan, para petani menyampaikan bahwa mereka belum pernah menerima bantuan alsintan selama kurang lebih dua dekade.
"Kami berjanji akan memperhatikan kebutuhan mereka. Hari ini kami hadir untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan teman-teman petani dengan memberikan alat dan mesin pertanian," ujar Sofyan kepada RRI.CO.ID, Selasa, 7 Juli 2026.
Bantuan yang diserahkan kepada Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Trans Waikudal meliputi:
1 unit traktor roda empat (jonder);
2 unit hand tractor;
2 unit mesin tanam padi; dan
2 unit pompa air (alkon).
Seluruh bantuan tersebut diproyeksikan mempercepat pengolahan lahan pada kawasan cetak sawah seluas 141 hektare yang sedang dikembangkan pemerintah daerah.
Menurut Sofyan, percepatan pengolahan lahan menjadi faktor penting agar target penanaman perdana dapat dimulai dalam waktu sekitar satu bulan.
"Kami berharap alsintan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar pengolahan lahan berjalan lebih mudah dan target penanaman perdana dapat segera terealisasi," katanya.
Pengembangan sawah Trans Waikudal tidak hanya ditujukan untuk menambah luas tanam, tetapi juga mengatasi persoalan harga beras yang masih tinggi di wilayah timur Kabupaten Seram Bagian Timur.
Data Dinas Pertanian menunjukkan harga beras di Desa Batuwasa saat ini mencapai sekitar Rp25.000 per kilogram, sedangkan di Kecamatan Bula Barat berada di kisaran Rp12.500 per kilogram.
Artinya, masyarakat Werinama membayar harga beras sekitar Rp12.500 lebih mahal per kilogram, atau hampir dua kali lipat dibandingkan masyarakat di salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa produksi beras lokal di kawasan Werinama masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pasokan dari luar daerah masih mendominasi.
Sofyan mengatakan, apabila seluruh areal sawah seluas 141 hektare berhasil ditanami dan berproduksi secara optimal, kebutuhan beras masyarakat di Kecamatan Werinama, Siwalalat, hingga Kelimuri diharapkan dapat dipenuhi dari produksi lokal.
"Kalau 141 hektare ini bisa tertanam dan berproduksi, minimal kebutuhan beras masyarakat di Werinama, Siwalalat, hingga Kelimuri dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur menilai keberhasilan program cetak sawah memerlukan dukungan lintas sektor. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI melalui Danramil dan Babinsa, serta kelompok tani diharapkan berkolaborasi mendampingi proses budidaya hingga panen.
Pendampingan teknis juga akan terus dilakukan agar produktivitas lahan baru dapat optimal. Pemerintah daerah berharap bertambahnya produksi padi dari Trans Waikudal tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian harga beras di wilayah timur Kabupaten Seram Bagian Timur yang selama ini bergantung pada pasokan dari luar kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....