Salurkan Alsintan, Distan SBT Dukung Tanam Perdana 141 Hektare Padi di Waikudal
- 08 Jul 2026 00:54 WIB
- Bula
RRI. CO.ID, Bula– Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani di Trans Waikudal, Desa Batuwasa, Kecamatan Werinama, Selasa, 7 Juli 2026. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan sekaligus mendukung penanaman perdana di kawasan cetak sawah seluas 141 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja yang dilakukan sekitar tiga pekan lalu untuk meninjau perkembangan program cetak sawah di Trans Waikudal.
Saat kunjungan itu, pihaknya berdialog langsung dengan para petani dan menerima berbagai aspirasi terkait minimnya perhatian terhadap sektor pertanian di wilayah tersebut.
"Kurang lebih selama 20 tahun mereka mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari sektor pertanian. Karena itu, mereka berharap adanya dukungan alat dan mesin pertanian untuk menunjang keberhasilan penanaman padi," ujar Sofyan.
Sebagai bentuk pemenuhan komitmen kepada para petani, Dinas Pertanian menyerahkan sejumlah alsintan kepada Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Trans Waikudal, Desa Batuwasa.
Bantuan tersebut terdiri atas satu unit traktor roda empat (jonder), dua unit hand tractor, dua unit mesin tanam padi, serta dua unit pompa air (alkon).
Sofyan berharap seluruh bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal agar proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efisien.
"Kami menargetkan sekitar satu bulan ke depan penanaman perdana sudah bisa dilaksanakan," katanya.
Menurut Sofyan, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada Dinas Pertanian, tetapi juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI melalui Danramil dan Babinsa, hingga masyarakat setempat.
Ia menilai sinergi tersebut penting untuk meningkatkan semangat petani dalam menggarap lahan sehingga seluruh areal cetak sawah dapat segera ditanami.
Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan bahwa pengembangan kawasan persawahan di Trans Waikudal juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan tingginya harga beras di Desa Batuwasa dan wilayah sekitarnya.
Saat ini, harga beras di Desa Batuwasa mencapai sekitar Rp25.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras di Kecamatan Bula Barat yang berada di kisaran Rp12.500 per kilogram.
"Kondisi ini menjadi motivasi bagi Dinas Pertanian untuk melakukan berbagai intervensi program strategis agar lahan dapat diolah, ditanami, dan menghasilkan produksi beras yang mampu menekan harga di masyarakat," ujar Sofyan.
Apabila seluruh lahan seluas 141 hektare berhasil ditanami dan berproduksi optimal, Ia optimistis hasil panen dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Kecamatan Werinama, Siwalalat, hingga Kelimuri.
"Harapannya, produksi beras dari kawasan ini dapat mencukupi kebutuhan tiga kecamatan sekaligus sehingga masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau," kata Sofyan.
Meski demikian, Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi sebelum program tersebut berjalan maksimal. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan berbagai langkah antisipasi agar proses penanaman berlangsung lancar dan mampu menghasilkan produksi padi yang optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....