Penuhi Janji, Dinas Pertanian SBT Salurkan Alsintan untuk Warga Trans Waikudal

  • 08 Jul 2026 00:53 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula– Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) memenuhi janjinya kepada petani di kawasan Transmigrasi Waikudal, Desa Batuwasa, Kecamatan Werinama, dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), Selasa, 7 Juli 2026.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang disampaikan Dinas Pertanian SBT saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi cetak sawah Trans Waikudal sekitar tiga pekan lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian SBT, Sofyan Waraiya, mengatakan, saat kunjungan tersebut pihaknya menerima berbagai aspirasi dari petani yang mengaku sudah 20 tahun tidak pernah mendapatkan bantuan sektor pertanian.

Plt Kadis Pertanian SBT Sofyan dan jajaran foto bersama petani Trans Waikudal, Desa Batuasa, di sela penyaluran Alsintan ke kawasan tersebut, Selasa, 7 Juli 2026.(foto:ist .

"Kami berjanji akan memperhatikan kebutuhan mereka. Hari ini kami hadir untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan teman-teman petani dengan memberikan alat dan mesin pertanian," kata Sofyan kepada RRI. CO. ID, Selasa, 7 Juli 2026.

Bantuan yang diserahkan kepada Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Trans Waikudal itu terdiri dari satu unit traktor roda empat (jonder), dua unit hand tractor, dua unit mesin tanam padi, serta dua unit pompa air (alkon).

Menurut Sofyan, bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengolahan lahan di kawasan cetak sawah seluas 141 hektare yang sedang dikembangkan di Trans Waikudal.

Ia menargetkan penanaman perdana di kawasan tersebut dapat dimulai sekitar satu bulan ke depan.

"Kami berharap alsintan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar pengolahan lahan berjalan lebih mudah dan target penanaman perdana dapat segera terealisasi," ujarnya.

Sofyan mengatakan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI melalui Danramil dan Babinsa, serta masyarakat setempat.

Menurut dia, kolaborasi itu penting agar petani tetap termotivasi menggarap lahan hingga seluruh kawasan persawahan dapat ditanami.

Lebih jauh, Sofyan menjelaskan bahwa pengembangan sawah di Trans Waikudal menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi beras sekaligus menekan harga beras di wilayah Kecamatan Werinama dan sekitarnya.

Saat ini harga beras di Desa Batuwasa mencapai sekitar Rp25.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga beras di sentra produksi Kecamatan Bula Barat yang berkisar Rp12.500 per kilogram.

"Kalau 141 hektare ini bisa tertanam dan berproduksi, minimal kebutuhan beras masyarakat di Werinama, Siwalalat, hingga Kelimuri dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau," kata Sofyan.

Ia menambahkan, Dinas Pertanian SBT akan terus mendampingi petani Trans Waikudal agar proses penanaman hingga panen dapat berjalan optimal dan menghasilkan produksi yang maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....