Uji Coba 6,2 Kilometer Irigasi Jembatan Basah Berhasil Teraliri

  • 28 Apr 2026 12:06 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula-Proyek peningkatan saluran irigasi sepanjang 6, 2 Kilometer di Desa Transmigrasi Jembatan Basah, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, berhasil diuji coba pengairannya pada Senin kemarin, 27 April 2026.

Proyek dikerjakan PT Adhikarya itu diproyeksi bakal mengaliri 420 hektar lahan sawah di kawasan transmigrasi tersebut. Dalam uji coba ini, pengairan pada saluran irigasi tersebut berhasil menjangkau semua lahan sawah termasuk yang paling jauh.

"Jadi kegiatan kemarin itu merupakan running test pengaliran air dan alhamdulilah pengairannya berhasil menjangkau lahan sawah yang paling akhir," beber Plh Kepala Seksi Sungai, Rawa dan Pantai, Dinas PUPR kabupaten setempat, M. Husin Alfian kepada wartawan di Bula, Selasa, 28 April 2026.

Dijelaskan, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di kawasan transmigrasi ini biasanya dibiayai pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Akan tetapi, belakangan pembiayaan melalui DAK kini berganti, menyusul terbitnya Inpres nomor 2 tahun 2025.

"Jadi daerah yang mengusulkan, tapi pelaksanaannya dari Kementerian PU dalam hal ini BWS Maluku," bebernya lagi.

Alfian merinci pada tahun 2025 lalu, pihaknya mengusulkan sedikitnya Rp. 39 Miliar. Jumlah anggaran tersebut diproyeksi untuk membiayai peningkatan jaringan irigasi Jembatan Basa Rp. 20 Miliar, peningkatan jaringan irigasi tersier Rp.1,5 Miliar dan sisanya untuk Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (Jiat), tersebar di lima titik lokasi.

"Jadi ada pengeroyokan disitu dalam hal pekerjaan. Kita intervensi dari pembangunan peningkatan jaringan irigasi utamanya, primer, sekunder, terus tersier juga kita usulkan. Ada Jiat juga untuk mendukung layanan sawah terjauh," ujarnya.

Berkat usulan itu, tahun 2025 kemarin Desa Jembatan Basah berhasil ketiban tiga program sekaligus dari pemerintah. Antara lain peningkatan jaringan utama irigasi yang kemarin diuji coba, peningkatan jaringan irigasi tersier dan pembangunan Jiat untuk mendukung layanan holtikultura.

"Jadi karena kan selama ini kan masyarakat Jembatan Basa ini agak susah mendapatkan air, dikarenakan beberapa bangunan utama memang tidak berfungsi dengan baik," pungkas Alfian.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....