Pemkab SBT Komitmen Kawal MBG Tepat Sasaran, Berkelanjutan
- 12 Jan 2026 22:22 WIB
- Bula
KBRN, Bula: Pemkab Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, memberikan dukungan penuh serta menandaskan komitmennya untuk terus mengawal program MBG agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati, M Miftah R Wattimena saat melaunching tiga SPPG Kecamatan Bula, di SD Negeri 6 Bula, Senin (12/1/2026).
“Kami akan memastikan setiap sajian memenuhi standar higienitas, keamanan pangan, serta kecukupan gizi yang dibutuhkan,” tandasnya.
Sedikitnya terdapat tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bula, berhasil dilaunching hari ini. Antara lain SPPG Bula, Limumir dan Wailola.
Launching dihadiri Wakil Bupati M. Miftah Thoha R Wattimena, unsur Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab setempat.
Kendati sudah dilaunching, namun dari tiga SPPG tersebut, hanya SPPG Wailola yang langsung beroperasi. Sedang dua lainnya menyusul beroperasi dalam waktu dekat.
Wakil Bupati M. Miftah Thoha R Wattimena menilai program MBG sebagai wujud nyata kepedulian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program ini lanjutnya, bukan sekedar program pemberian makanan biasa, melainkan sebuah investasi strategis jangka panjang.
“Jelas untuk memastikan setiap anak di Kabupaten SBT tumbuh menjadi pribadi yang sehat, kuat dan cerdas, demi menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Dikatakan, program ini memiliki tiga pilar utama, yakni peningkatan kualitas gizi, peningkatan konsentrasi belajar dan mengedukasi pola hidup sehat.
Diketahui, dengan dilaunching SPPG di Kecamatan Bula, maka sedikitnya siswa pada dua kecamatan di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini yang tercatat sudah menikmati pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Dua kecamatan itu, yakni Teluk Waru dan Bula. Khusus Teluk Waru, program MBG dilaksanakan mulai Oktober tahun lalu.
Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten setempat, Muhammad Nasir Angar membeberkan, sejak dimulai pada Oktober, program MBG di Kecamatan Teluk Waru hingga kini berjalan lancar, tanpa hambatan. Sebanyak 1.364 siswa di kecamatan tersebut berhasil disasar dalam program tersebut.
“Mulai beroperasi di bulan Oktober. Alhamdulillah kurang lebih tiga bulan ini berjalan dengan baik,” bebernya.