Karhutla di Bula Belum Teratasi, Damkar SBT Berjuang dengan Peralatan Seadanya
- 20 Jul 2026 17:27 WIB
- Bula
Poin Utama
- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih melanda Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.
RRI.CO.ID, Bula– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, belum berhasil dipadamkan meski telah berlangsung selama sepekan.
Di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Keselamatan SBT harus menghadapi keterbatasan peralatan saat berjibaku memadamkan api yang muncul di sejumlah titik, baik siang maupun malam.
Kepala Dinas Damkar dan Keselamatan SBT Hadi Rumbalifar mengatakan, kebakaran mulai terjadi sejak 13 Juli 2026 dan hingga Senin 20 Juli 2026 api masih muncul di sejumlah lokasi.
Menurut dia, seluruh personel Damkar terus dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran meski sarana yang dimiliki masih terbatas.
"Petugas bekerja maksimal dan penuh tanggung jawab walaupun peralatan seadanya. Selama lokasi kebakaran bisa dijangkau dengan mobil, petugas selalu berusaha sekuat tenaga untuk memadamkan api," ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.
Rumbalifar menjelaskan, pada hari pertama kebakaran, api membakar lahan di sekitar PT PLN MEP Desa Limumir, kawasan dekat PT Balam di Desa Bula Air, serta area sekitar PT PLN MEP dan Kampus STAI Bula.
Selanjutnya, pada 14 hingga 15 Juli 2026, kebakaran kembali terjadi di kebun milik warga di Desa Limumir dan Kampung Jawa.
Memasuki 16 hingga 19 Juli 2026, titik api terus bermunculan di sejumlah lokasi, antara lain kawasan Pantai Gumumae Bula, depan RSUD Bula, sekitar gedung handak PT Kalrez Petroleum Seram, kawasan Gunung 227 di dekat markas Komando Distrik Militer (Kodim) Bula yang baru dibangun, hingga rumah pemancar RRI Bula.
Ia mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan oleh Damkar. Sejumlah instansi pemerintah, aparat keamanan, perusahaan swasta, hingga masyarakat ikut terlibat dalam proses pemadaman.
Mereka terdiri dari personel Polres Seram Bagian Timur, Brimob Bula, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) SBT, PT Strata Pasifik, penyedia air tangki, serta warga setempat.
"Selama ini banyak pihak berjuang di tengah bencana karhutla ini. Kami sangat terbantu dengan bantuan berbagai pihak di lapangan, terutama Kepolisian, BPBD, Strata Pasifik, penjual air tangki, TNI, dan masyarakat," kata Rumbalifar.
Hingga Minggu, 19 Juli 2026, petugas masih terus melakukan pemadaman di sejumlah titik yang masih terbakar guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun lahan lainnya.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luas lahan yang terdampak akibat kebakaran tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....