Sahur Sehat: Kunci Menjaga Energi, Kebugaran Selama Puasa
- 11 Mar 2026 03:52 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Sahur merupakan salah satu momen penting dalam menjalankan ibadah puasa. Selain sebagai bentuk mengikuti sunnah, sahur juga berperan besar dalam menjaga stamina tubuh selama menahan lapar dan haus sepanjang hari. Oleh karena itu, memilih menu sahur yang sehat dan seimbang menjadi langkah penting agar tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lemas saat beraktivitas.
Menurut para ahli gizi, sahur sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan. Banyak orang masih memilih makanan instan atau bahkan melewatkan sahur karena merasa malas bangun. Padahal, kebiasaan tersebut dapat membuat tubuh lebih cepat merasa lelah, pusing, bahkan mengalami dehidrasi. “Sahur yang baik adalah sahur yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan agar energi dapat bertahan lebih lama selama berpuasa,” ujar seorang ahli gizi dalam berbagai panduan kesehatan.
Karbohidrat kompleks menjadi salah satu komponen penting dalam menu sahur. Jenis karbohidrat ini dapat ditemukan pada nasi merah, roti gandum, oatmeal, atau kentang. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini tentu sangat membantu bagi mereka yang harus menjalani aktivitas padat sepanjang hari selama bulan Ramadan.
Selain karbohidrat, protein juga berperan penting dalam menu sahur sehat. Protein dapat membantu menjaga massa otot serta memperlambat rasa lapar. Sumber protein yang baik antara lain telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan susu. Mengombinasikan protein dengan karbohidrat kompleks dapat membantu menjaga kestabilan energi tubuh hingga waktu berbuka tiba.
Tidak kalah penting, sayur dan buah juga perlu hadir dalam menu sahur. Kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam sayuran serta buah-buahan membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat selama puasa. Buah seperti pisang, apel, dan pepaya juga dapat membantu tubuh mendapatkan asupan energi alami sekaligus mencegah sembelit yang sering dialami saat berpuasa.
Selain memperhatikan jenis makanan, asupan cairan juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan saat sahur. Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar tidak mudah mengalami dehidrasi. Disarankan untuk minum air putih yang cukup saat sahur dan menghindari minuman berkafein seperti kopi atau teh dalam jumlah berlebihan karena dapat memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Di sisi lain, penting juga untuk menghindari makanan yang terlalu asin, terlalu manis, atau terlalu berminyak saat sahur. Makanan dengan kadar garam tinggi dapat membuat tubuh cepat merasa haus, sedangkan makanan yang terlalu manis dapat memicu lonjakan gula darah yang membuat tubuh lebih cepat lelah. Mengonsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan juga bisa membuat pencernaan terasa tidak nyaman selama berpuasa.
Kebiasaan sahur sehat tidak hanya berdampak pada stamina, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan menu sahur yang tepat, tubuh akan tetap kuat menjalani aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah selama bulan Ramadan.
Pada akhirnya, sahur bukan sekadar makan sebelum imsak, tetapi juga kesempatan untuk mempersiapkan tubuh agar tetap sehat dan bertenaga sepanjang hari. Dengan memilih makanan bergizi, cukup minum air, serta menjaga pola makan yang seimbang, sahur dapat menjadi langkah awal menjalani puasa dengan lebih nyaman dan penuh semangat.