Kemenag Bukittinggi, "Jangan Jadikan Agama Bahan Candaan"
- 09 Mar 2026 21:24 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Eri Iswandi meminta pendidik memastikan masalah sensitif agama tidak menjadi bahan candaan di sekolah. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan perundungan atau bullying berbasis perbedaan keyakinan antar siswa.
"Edukasi harus diberikan agar anak-anak tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak enak kepada teman berbeda agama," ujar Eri Iswandi dalam dialog Kita Indonesia di Programa 4 RRI Bukittinggi.
Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam memberikan bimbingan komunikasi agar perilaku buruk tersebut tidak muncul di lingkungan pendidikan. Guru memiliki peran sentral dalam memberikan bimbingan komunikasi agar perilaku buruk tersebut tidak muncul di lingkungan pendidikan.
Sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang keyakinan mereka. Jika muncul riak di sekolah, pihak guru harus segera mengomunikasikannya dengan orang tua dan pemuka agama.
Eri Iswandi menegaskan, langkah musyawarah dinilai lebih efektif dalam menyelesaikan perselisihan kecil yang melibatkan perasaan anak-anak. Keterlibatan seluruh elemen pendidikan sangat dibutuhkan untuk menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Kemenag terus mendorong kurikulum moderasi beragama masuk ke dalam setiap aktivitas belajar mengajar di Bukittinggi. Hal ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda yang saling menghormati dan toleran. (DR/YPA)