NIS 2025–2029 Prioritaskan Akses Imunisasi Merata di Indonesia

  • 08 Okt 2025 15:27 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Kementerian Kesehatan RI meluncurkan dokumen National Immunization Strategy (NIS) 2025–2029 sebagai kelanjutan dari Comprehensive Multi-Year Plan (CMYP) 2020–2024 Paparan tersebut disampaikan pada Pertemuan Budget Dialogue di salah satu Hotel di Jakarta, pada Rabu (16/7/2025).

Strategi ini disusun secara partisipatif berbasis bukti, dan sejalan dengan dokumen perencanaan nasional seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta kerangka global Immunization Agenda 2030 (IA2030).

Melansir website resmi Kementrian Kesehatan RI kemkes.go.id, NIS 2025–2029 memuat empat strategi utama untuk memperkuat sistem imunisasi nasional.

Strategi tersebut mencakup peningkatan cakupan dan kualitas imunisasi secara merata, pemanfaatan teknologi digital melalui integrasi aplikasi Satu Sehat, pembentukan Satuan Tugas Imunisasi di tingkat nasional dan daerah, serta peningkatan advokasi, pelatihan sumber daya manusia, dan komunikasi publik.

Kementerian Kesehatan berharap, melalui forum Budget Dialogue yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan global, tercipta sinergi yang lebih kuat dalam mendukung program imunisasi nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia mendapatkan akses imunisasi yang adil dan merata.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan pentingnya imunisasi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Ia juga mengutip pernyataan Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Immunization is not just an act of protection for the individual, it’s a civic responsibility (Imunisasi bukan hanya tindakan perlindungan individu, melainkan juga tanggung jawab sipil),” tegasnya.

Melalui implementasi NIS 2025–2029, pemerintah menargetkan peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan penurunan jumlah anak zero-dose atau anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar, sekaligus memperkuat sistem surveilans dan respons terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Strategi ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya Indonesia yang lebih sehat dan tangguh terhadap ancaman penyakit menular. (DR/YPA)

Rekomendasi Berita