Gunung Marapi Meletus, Hujan Abu Sampai di Bukittinggi
- 03 Des 2023 19:10 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Gunung Marapi Sumatera Barat yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, meletus sekitar pukul 14.53 WIB, Minggu (3/12/2023).
Meletusnya gunung api berketinggian 2.891 mdpl ini ditandai dengan adanya muntahan kolom abu berisi material vulkanik yang sangat dari puncak kawah yang disertai suara gemuruh.
Pantauan RRI dilapangan, letusan ini mengakibatkan turunnya hujan abu berupa material pasir halus di Kota Bukittinggi.
Salah seorang warga asal Nagari Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Abdul Fatah (39), mengaku awalnya tidak mengetahui kalau Gunung Marapi meletus.
“Siang ini cuaca mendung seperti akan turun hujan, dan pada saat bersamaan terdengar suara seperti petir, namun ternyata itu suara letusan dari Gunung Marapi, dan pada saat dilihat keluar rumah sudah nampak kumpalan asap yang sangat tinggi,” jelasnya.
Abdul Fatah menyampaikan, bahwa peristiwa letusan ini juga menyebabkan keluarga dirumah menjadi terkejut, dan anak-anak juga sempat menangis karena bunyi dentuman yang sangat kuat sebelum meletusnya Gunung Marapi.
Dikonfirmasi RRI melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), di Belakang Balok Bukittinggi, didapati petugas sedang memantau peralatan, dan mengupdate informasi pasca terjadinya letusan Gunung Marapi.
Ketua Pos PGA Marapi, Ahmad Rifandi, menyebutkan, menurut hasil perekaman seismogram Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Marapi terekam dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.
“Tinggi kolom letusan Gunung Marapi ini tidak bisa diamati dari Pos Pengamatan karena terutup oleh awan, dan untuk info dari yang diterima dari masyarakat ada hujan batu kerikil di daerah Lasi Kabupaten Agam, dan hujan abu sampai ke daerah Belakang Balok Bukittinggi,” jelasnya.
Ahmad Rifandi mengungkapkan, pihak PVMBG saat ini terus melakukan monitoring dan pengawasan, karena Gunung Marapi yang tertutup kabut.
“Untuk informasi korban jiwa dan dampak lainnya dari letusan Gunung Marapi ini belum ada laporan dari pihak BPBD maupun tim lain, semoga saja kejadian ini tidak menimbulkan dampak yang besar,” terangnya.
Ahmad Rifandi mengimbau masyarakat yang beraktifitas di sekitar Gunung Marapi untuk memakai topi, masker, serta kacamata, dan tidak memasuki daerah tiga kilometer dari puncak.
Peristiwa meletusnya Gunung Marapi ini juga dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Wasito dalam sambungan telepon.
“Benar. Kondisi Gunung Marapi meletus. Kolom abunya membumbung tinggi ke atas terlihat dari Agam,” jelasnya.
Saat ini tim BPBD Kabupaten Agam sudah berada di dua wilayah yang paling dekat dengan puncak, yakni Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan Canduang.
“Saat ini saya bersama tim BPBD Kabupaten Agam meluncur ke dua wilayah kecamatan terdekat dari puncak. Tim Pusdalops kami sudah berada di dua lokasi tersebut,” ungkapnya.
Dihubungi secara terpisah, tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam, Ade Setiawan, menuturkan bahwa hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi dilaporkan terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
Laporan langsung dari lapangan oleh tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, hujan abu vulkanik itu turun dengan intensitas tinggi hingga membuat suasana Nagari Lasi menjadi sangat pekat dan gelap.
“Hujan abu cukup pekat dan gelap terjadi di Nagari Lasi, Canduang. Sekarang sudah berhenti,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, tim BPBD Kabupaten Agam bersama dengan PMI segera membagikan masker kepada masyarakat. Di samping itu, mereka juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak keluar rumah dulu mengingat intensitas hujan abu vulkanik yang tinggi dan dapat berdampak pada kesehatan.
“Masyarakat sudah dibagi masker dan diingatkan agar tetap di dalam rumah,” sebutnya.
Sementara itu sambung Ade Setiawan, hujan abu vulkanik juga terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Pua. Akan tetapi intensitasnya rendah dengan durasi yang tidak terlalu lama. Hal itu diduga karena arah angin yang cenderung mengarah ke wilayah Kecamatan Canduang.
“Hujan abu di Sungai Pua tidak terlalu pekat. Karena arah angin ke menuju ke Canduang,” ulasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Tim BPBD Kabupaten Agam bersama PMI terus menyisir Kecamatan Sungai Pua dan Canduang, guna antisipasi, kaji cepat dan berkoordinasi dengan para wali nagari. Belum ada laporan mengenai dampak korban jiwa maupun kerugian material dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung wisatawan tidak diperbolehkan mendaki pada radius tiga kilometer dari kawah atau puncak. (YPA, Foto : Istimewa)