Strategi Investasi Emas, dan Perak di tengah Ekonomi 2026
- 22 Feb 2026 01:14 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Memilih antara investasi emas atau perak memerlukan pemahaman strategi bertahan di tengah arus inflasi. Karakteristik kedua logam mulia ini sangat berbeda dalam menjaga nilai aset bagi para investor.
Emas berfungsi sebagai penjaga nilai uang agar tidak habis dimakan oleh tingginya angka inflasi. Harga emas cenderung bergerak stabil karena perannya sebagai cadangan devisa dan penyimpan nilai yang aman.
Sementara itu perak memiliki fungsi ganda sebagai alat investasi sekaligus bahan baku industri penting. Harga perak sangat sensitif terhadap kondisi industri seperti produksi panel surya dan alat medis.
Pergerakan harga perak cenderung lebih liar dibandingkan emas yang relatif tenang di pasar keuangan. Namun potensi keuntungan perak bisa melesat kencang saat pertumbuhan industri mengalami peningkatan yang masif.
Emas memiliki likuiditas sangat tinggi sehingga sangat mudah untuk dijual kembali di mana saja. Sebaliknya perak menawarkan harga lebih murah sehingga sangat inklusif bagi para investor pemula saat ini.
Pakar menyarankan investor untuk menentukan proporsi aset yang tepat guna meminimalisir risiko kerugian. Porsi ideal adalah 80 persen pada emas dan sisanya dialokasikan untuk mengejar keuntungan perak.
Pastikan selalu membeli logam mulia dengan kadar kemurnian minimal sembilan puluh sembilan persen. Kepemilikan sertifikat resmi sangat krusial untuk memudahkan proses jual kembali pada masa mendatang.
Faktor keamanan fisik juga menjadi risiko terbesar yang harus diperhatikan oleh setiap pemilik logam mulia. Penggunaan brankas pribadi atau jasa titipan lembaga resmi sangat disarankan untuk menjaga keamanan aset.
Investasi ini sebaiknya dilakukan untuk jangka panjang minimal dalam rentang waktu tiga hingga lima tahun. Jika kurang dari setahun keuntungan mungkin hanya habis untuk menutup selisih harga jual beli.
Pilihan investasi sangat bergantung pada profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing individu secara mandiri. Emas cocok untuk tipe konservatif sedangkan perak bagi yang berani mengambil risiko tinggi. (MK/YPA)