Bukber 1447 Hijriah Santika Hotel Bukittinggi Jadi Momen Haru Lepas Meylan
- 13 Mar 2026 06:12 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Suasana haru menyelimuti acara Jamuan Buka Puasa Bersama 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang digelar manajemen Santika Hotel & Resort Bukittinggi bersama insan pers pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lounge Singgalang lantai 9 tersebut menjadi momen istimewa sekaligus perpisahan dengan GM Secretary sekaligus Public Relation hotel, Meylan Indah Suharti,S.S.
Acara yang dihadiri sejumlah awak media itu termasuk dari Journalist LPP RRi Bukittinggi serta disaksikan langsung oleh General Manager Alik Hidayat itu berlangsung penuh kehangatan & kekeluargaan.
Namun di balik kebersamaan tersebut, suasana emosional tak terhindarkan saat melepas kepergian Meylan yang telah mengabdi selama empat tahun di Santika Bukittinggi.
Selama bertugas, Meylan dikenal memiliki dedikasi tinggi dan profesional dalam menjalankan pekerjaannya.
Ia juga dinilai memiliki hubungan yang baik serta “chemistry” yang kuat dengan berbagai pihak, tidak hanya di lingkungan internal hotel tetapi juga dengan para awak media, termasuk dari LPP Radio Republik Indonesia. Bukittinggi.
General Manager (GM) Santika Hotel & Resort Bukittinggi, Alik Hidayat, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa keputusan Meylan untuk kembali ke kampung halamannya di Kota Bingkuang Padang merupakan pilihan terbaik bagi keluarganya.
“Dengan pertimbangan suami dan anaknya, selaku GM saya tidak bisa menolak kepergian staf saya,” ujar Alik.

Ia menjelaskan, selama ini suami Meylan harus bolak-balik dari Padang ke Bukittinggi.
Kondisi perjalanan yang cukup berat pasca terjadinya bencana Hidrometrologi terutama di kawasan Lembah Anai yang sempat mengalami gangguan akses jalan, menjadi salah satu pertimbangan utama.
Menurutnya, keputusan tersebut juga demi kebaikan keluarga Meylan, terutama agar ia bisa lebih dekat dengan suami dan anaknya yang masih bayi.
“Kita tidak ingin jarangnya Meylan sebagai ibu bertemu anaknya berpengaruh pada tumbuh kembang sang anak. Jangan sampai anak justru lebih dekat dengan ART dibandingkan dengan orang tuanya sendiri,” tambah Alik.
Dalam kesempatan itu, Alik juga berbagi pengalaman pribadinya tentang pentingnya peran keluarga.
Ia menceritakan bahwa setelah menikah, istrinya memutuskan berhenti bekerja untuk lebih fokus mengurus anak-anak.
Saat ini salah satu anaknya bahkan sedang menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Menutup sambutannya, Alik berharap meskipun Meylan tidak lagi bekerja di Santika Bukittinggi, hubungan baik dan silaturahmi tetap terjaga.
“Semoga meskipun Meylan tidak lagi bersama Santika Bukittinggi, persahabatan dan silaturahmi kita tidak pernah hilang. Kita tetap bagian dari satu keluarga besar Santika Hotel & Resort Bukittinggi,” tutupnya.
Acara buka puasa bersama tersebut pun ditutup dengan suasana penuh keakraban, doa, serta harapan terbaik bagi perjalanan baru Meylan Indah Suharti di kampung halamannya di Padang. (JM/RRI BKT)
KBRN