KBRN, Bukittinggi: Kapur sirih sering digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai campuran jamur sampai bahan oles untuk perawatan kulit. Meski sudah dikenal luas, penggunaan kapur sirih perlu dilakukan dengan hati-hati agar Anda terhindar dari efek samping yang bisa membahayakan kesehatan.
Kapur sirih adalah bubuk putih yang berasal dari batu kapur (kalsium karbonat). Di Indonesia, kapur sirih banyak digunakan sebagai campuran daun sirih dalam tradisi nyirih, serta untuk berbagai keperluan kecantikan dan kesehatan. Namun, masih banyak orang yang kurang memahami kandungan maupun risiko penggunaan kapur sirih.
Akibatnya, penggunaan kapur sirih yang kurang bijak dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui potensi manfaat, risiko, dan tips aman penggunaannya agar terhindar dari efek samping dan manfaat kapur sirih bisa diperoleh secara optimal.
Kapur Sirih dan Ragam Potensi Manfaatnya
Berikut ini adalah beberapa khasiat kapur sirih yang dipercaya oleh sebagian masyarakat:
1. Meredakan gatal dan iritasi kulit ringan
Kapur sirih sering digunakan sebagai obat oles untuk mengurangi rasa gatal akibat gigitan serangga atau iritasi ringan. Soalnya, kapur sirih diyakini dapat menetralkan asam pada kulit dan mengurangi rasa gatal untuk sementara waktu.
Selain itu, penggunaan kapur sirih pada kulit sensitif, luka terbuka, atau area yang sedang mengalami iritasi berat sebaiknya dihindari karena dapat memperparah peradangan atau menimbulkan luka bakar ringan.
Meski begitu, efektivitas kapur sirih dalam meredakan gatal dan iritasi kulit ringan ini belum terbukti secara medis dan belum ada studi klinis yang memastikan keamanannya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter bila mengalami keluhan tersebut agar mendapatkan penanganan yang tepat.
2. Membantu mengurangi bau badan
Selain meredakan gatal dan iritasi kulit ringan, kapur sirih juga dipercaya dapat membantu mengurangi bau badan. Sebab, kapur sirih diyakini dapat menyerap kelembapan di ketiak sehingga pertumbuhan bakteri penyebab bau terhambat. Meski begitu, efektivitas kapur sirih sebagai pengganti deodoran alami belum terbukti klinis.
Selain itu, kapur sirih pun berpotensi menyebabkan iritasi, kemerahan, atau luka bakar ringan bila digunakan pada kulit ketiak yang sensitif atau secara berlebihan. Agar keamanan dan efektivitasnya lebih terjamin, pilih deodoran dengan merek terpercaya yang sudah terdaftar di BPOM dan konsultasikan ke dokter jika memiliki kulit sensitif atau alergi sebelum membelinya.
3. Membantu mengatasi bau mulut
Sebagian orang menggunakan kapur sirih sebagai campuran saat berkumur atau olesan untuk mengurangi bau mulut berkat sifat basanya yang diyakini dapat menetralkan bau tidak sedap.
Namun, hingga kini belum ada bukti klinis yang membenarkan efektivitas dan keamanan penggunaan kapur sirih dalam mengatasi bau mulut. Sebaliknya, sifat kapur sirih yang keras dan sangat basa dapat merusak jaringan mulut dan tidak direkomendasikan oleh dokter gigi.
4. Menjadi campuran dalam tradisi nyirih
Pada sebagian masyarakat Indonesia, kapur sirih sering digunakan sebagai campuran dalam tradisi nyirih yang diyakini dapat menjaga kebersihan mulut dan memberikan sensasi segar. Tradisi ini dilakukan dengan cara mengunyah daun sirih, pinah, tembakau, dan kapur sirih secara bersamaan.
Namun, penggunaan campuran ini secara rutin dan jangka panjang telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan gigi dan gusi.
Selain itu, sampai saat ini, belum ada bukti klinis yang mendukung manfaat tradisi nyirih bagi kesehatan.
5. Bermanfaat untuk masakan dan kehidupan sehari-hari
Selain untuk kesehatan, kapur sirih juga dipercaya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk masakan dan rumah tangga. Misalnya, kapur sirih sering digunakan untuk merendam irisan mentimun agar tetap renyah ketika dibuat acar, atau dipakai untuk membantu menghilangkan lendir pada sayuran tertentu.
Dalam rumah tangga, sebagian orang memanfaatkannya sebagai bahan pembersih alami karena sifat abrasifnya. Namun, penggunaan ini juga harus hati-hati, sebab paparan langsung dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan iritasi kulit atau masalah pencernaan jika tidak sengaja tertelan.
(ALT/YPA)