Benarkah Harimau Hewan Paling Pendendam di Dunia?
- 14 Sep 2025 20:19 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi : Harimau dikenal sebagai predator puncak dengan kekuatan, kecerdasan, dan aura mistis yang menakjubkan. Namun, belakangan ini, muncul pernyataan mengejutkan dari berbagai media luar negeri yang menyebut harimau sebagai “hewan paling pendendam di muka bumi”.
Benarkah demikian, atau ini hanya mitos yang diwariskan dari cerita rakyat?
Dalam laporan yang sempat viral di OutdoorHub, disebutkan bahwa harimau mampu mengingat orang yang pernah menyakitinya, dan akan memburu mereka bahkan berhari-hari setelah kejadian.
Salah satu kasus yang sering diangkat adalah kisah dalam buku The Tiger: A True Story of Vengeance and Survival karya John Vaillant, yang menceritakan seekor harimau Amur di Rusia yang diyakini membalas dendam kepada pemburu yang melukainya.
Harimau tersebut bahkan diduga mengikuti jejak sang pemburu hingga ke rumahnya sebelum menyerang menambah kesan bahwa predator ini punya ingatan kuat dan motivasi balas dendam.
Namun, saat fakta ilmiah ditelusuri lebih dalam, klaim tersebut tidak sepenuhnya terbukti. Menurut Environmental Literacy Council, tidak ada bukti bahwa hewan, termasuk harimau, memiliki kemampuan emosional yang kompleks seperti dendam.
Reaksi mereka terhadap manusia atau ancaman biasanya bersifat instingtual berdasarkan memori jangka pendek, teritorialitas, atau ketakutan yang dipelajari.
Ahli ekologi ternama asal India, Dr. K. Ullas Karanth, juga menyebut bahwa banyak perilaku “ganjil” pada harimau sebenarnya merupakan hasil dari tekanan lingkungan akibat berkurangnya habitat dan meningkatnya konflik dengan manusia.
Sementara itu, Sunarto, pakar ekologi harimau dari Indonesia, menekankan pentingnya manajemen konflik antara manusia dan satwa liar.
“Harimau tidak balas dendam, mereka bertahan hidup,” katanya.
Riset terbaru dari tim peneliti China dan Rusia yang dipublikasikan di BMC Zoology juga menunjukkan bahwa harimau memiliki spektrum emosi dan memori yang tajam, khususnya dalam interaksi sosial dan berburu. Namun, mereka tidak menemukan pola perilaku yang secara ilmiah bisa dikategorikan sebagai balas dendam jangka panjang.
Jadi, apakah harimau memang pendendam? Jawaban ilmiahnya belum tentu. Harimau memang memiliki ingatan kuat, bisa belajar dari pengalaman buruk, dan merespons dengan sangat agresif jika merasa terancam. Tapi menyebut mereka “pendendam” seperti manusia tampaknya lebih dekat pada mitos ketimbang fakta.
Meskipun begitu, kisah-kisah misterius tentang harimau “memburu” manusia tetap hidup dan menarik minat banyak orang membuat citra harimau sebagai makhluk penuh dendam tetap menjadi legenda yang sulit dipisahkan dari fakta. (AS/YPA)