Jangan Coba-Coba! Menyalip Truk Bisa Berujung Petaka

  • 18 Feb 2026 10:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menyalip kendaraan besar seperti truk memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibanding menyalip kendaraan kecil. Ukuran truk yang besar dan panjang membuat jarak pandang pengemudi mobil atau motor menjadi terbatas, terutama terhadap kondisi jalan di depan truk tersebut. Situasi ini bisa sangat berbahaya jika ternyata ada kendaraan dari arah berlawanan yang tidak terlihat sejak awal.

Salah satu bahaya utama adalah blind spot atau titik buta. Truk memiliki area titik buta yang luas di samping, depan, dan belakang kendaraan. Jika pengendara berada di posisi tersebut, sopir truk mungkin tidak menyadari keberadaan kendaraan lain sehingga berpotensi terjadi senggolan atau bahkan kecelakaan serius saat truk berpindah jalur.

Risiko lainnya adalah waktu dan jarak yang dibutuhkan untuk menyalip lebih panjang. Karena bodi truk panjang, kendaraan yang menyalip memerlukan akselerasi lebih besar dan jarak yang cukup untuk kembali ke jalur semula. Jika perhitungan kurang tepat, pengendara bisa terjebak di jalur berlawanan terlalu lama dan meningkatkan risiko tabrakan frontal.

Selain itu, truk sering membawa muatan berat yang memengaruhi kestabilan dan kemampuan pengereman. Saat kondisi jalan menurun atau licin, truk bisa melambat atau justru mengalami kesulitan mengendalikan laju kendaraan. Menyalip dalam kondisi seperti ini sangat berbahaya karena perubahan kecepatan bisa terjadi secara tiba-tiba.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah hembusan angin dari kendaraan besar. Saat berada di samping truk, terutama bagi pengendara sepeda motor, tekanan angin dapat mengganggu keseimbangan dan membuat kendaraan oleng. Kondisi ini semakin berisiko jika kecepatan tinggi atau jalan sempit.

Untuk mengurangi bahaya, pastikan jarak pandang benar-benar aman, perhatikan marka jalan, dan jangan menyalip di tikungan, tanjakan, atau jalan dengan garis tidak terputus. Gunakan lampu sein sebagai tanda, tingkatkan kecepatan secara terukur, dan segera kembali ke jalur setelah aman. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dibanding keinginan untuk lebih cepat sampai tujuan.

Rekomendasi Berita