Kemenag Bukittinggi: Perbedaan Jadwal Lebaran Adalah Khazanah Keilmuan

  • 09 Mar 2026 21:45 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Perbedaan penetapan hari raya Idul Fitri oleh berbagai tarekat seperti Naqsabandiyah dan Syattariyah dinilai bukan sebagai pemecah belah umat. Kepala Kantor Kemenag Bukittinggi, Eri Iswandi menegaskan bahwa setiap kelompok memiliki dasar ilmu dan ulama masing-masing dalam beramal.

"Kita tetap hargai sesuai dengan keilmuan mereka tanpa harus saling menyalahkan satu sama lain," ungkap Eri.

Masyarakat dipersilakan mengamalkan ajaran sesuai dengan keyakinan ilmu yang mereka miliki tanpa harus merasa terancam. Sikap saling menghormati dasar keilmuan orang lain menjadi kunci utama agar tidak terjadi gesekan di internal umat.

Perbedaan tersebut justru merupakan keistimewaan Islam dalam kerangka berpikir yang dinamis dan berdasar teks agama.

"Tanpa memaksakan satu pemahaman kepada pihak lain yang juga memiliki rujukan kuat dari ulamanya," terangnya.

Lebih lanjut Eri Iswandi memaparkan, selama ini warga Bukittinggi sudah terbiasa menjalankan perbedaan jadwal tersebut dengan sangat rukun dan damai. Tidak pernah ada konflik horizontal yang dipicu oleh perbedaan waktu pelaksanaan ibadah puasa maupun lebaran.

Kemenag akan terus melakukan pencerahan agar masyarakat melihat perbedaan sebagai rahmat, bukan sebagai sumber perpecahan. Semangat moderasi beragama harus tetap menjadi landasan utama bagi seluruh umat Islam di Kota Bukittinggi. (DR/YPA)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita