FOMO hingga Delulu, Kenali Istilah Gaul yang Populer di Kalangan Gen Z

  • 27 Agt 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Media sosial telah menghasilkan istilah-istilah baru yang populer digunakan oleh Generasi Z dalam interaksi sehari-hari.
  • Istilah seperti healing, FOMO, spill, red flag, dan delulu semakin sering digunakan dan melampaui batasan platform digital.
  • Kata-kata baru ini telah menjadi bagian integral dari percakapan generasi muda di luar lingkungan media sosial.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan media sosial melahirkan beragam istilah baru yang kerap digunakan Generasi Z dalam berinteraksi sehari-hari. Istilah tersebut tidak hanya muncul dalam percakapan langsung, tetapi juga populer digunakan di berbagai platform digital.

Beberapa istilah seperti healing, FOMO, spill, red flag, hingga delulu kini semakin sering terdengar. Kata-kata tersebut bahkan telah digunakan di luar media sosial dan menjadi bagian dari percakapan generasi muda.

FOMO

Kepanjangan dari FOMO adalah fear of missing out, yaitu rasa khawatir atau takut tertinggal aktivitas yang dilakukan orang lain. Istilah tersebut biasanya digunakan ketika seseorang merasa perlu mengikuti tren atau kegiatan tertentu agar tidak merasa ketinggalan.

Spill

Melansir Merriam-Webster, digunakan ketika seseorang diminta membagikan informasi atau menceritakan sesuatu secara terbuka.

Red Flag

Istilah ini digunakan untuk menyebut perilaku atau situasi yang dianggap sebagai tanda peringatan dalam hubungan maupun pergaulan.

Delulu

Istilay ini sebenarnya berasal dari kata Bahasa Inggris yakni "delusional". Kata tersebut sering digunakan sebagai candaan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu berkhayal atau memiliki keyakinan yang dianggap tidak realistis.

Healing

sering digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan untuk beristirahat atau memulihkan diri setelah menjalani berbagai aktivitas. Penggunaannya di media sosial kemudian berkembang menjadi istilah yang lebih umum di kalangan anak muda.

Kemunculan berbagai istilah tersebut menunjukkan bahwa bahasa di kalangan Gen Z terus mengalami perkembangan. Media sosial menjadi salah satu ruang yang mempercepat penyebaran kata dan istilah baru kepada netizen.

Meski demikian, penggunaan bahasa gaul tetap perlu disesuaikan dengan konteks. Istilah yang lazim digunakan ketika berinteraksi dengan teman sebaya belum tentu sesuai digunakan dalam lingkungan formal.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bahasa terus berubah mengikuti zaman dan cara manusia berkomunikasi. Istilah yang awalnya muncul di komunitas tertentu dapat menyebar melalui media sosial hingga menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....