Makna Garuda Prabayaksa, Kereta Kencana Pembawa Bendera Pusaka & Teks Proklamasi
- 17 Agt 2026 11:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kereta kencana Garuda Prabayaksa digunakan kembali dalam kirab Bendera Pusaka pada Senin, 17 Agustus 2026.
- Kereta ini membawa duplikat Bendera Merah Putih dan teks Proklamasi dari Monas menuju Istana Merdeka.
- Nama Garuda Prabayaksa berasal dari kata 'Praba' (cahaya) dan 'Yaksa' (besar), bermakna cahaya yang terang atau cahaya besar.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kereta kencana Garuda Prabayaksa kembali digunakan dalam kirab Bendera Pusaka pada Senin, 17 Agustus 2026. Kereta tersebut membawa duplikat Bendera Merah Putih dan teks Proklamasi dari Monas menuju Istana Merdeka.
Nama Garuda Prabayaksa berasal dari dua kata “Praba” yang berarti dan “Yaksa” berarti besar. Jika digabungkan, keduanya akan bermakna cahaya yang besar atau cahaya yang terang.
Garuda Prabayaksa dibuat menggunakan material kayu jati dan besi baja. Penggunaan besi baja memiliki filosofi bangsa yang semakin kuat setelah melalui tempaan, sementara kayu jati sebagai penggambaran kesejatian hidup.
Kirab Pertama Garuda Prabayaksa
Garuda Prabayaksa pertama kali digunakan dalam rangkaian peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025. Kereta kencana tersebut dibuat khusus di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kirab 2025 melibatkan Purna Paskibraka Duta Pancasila sebagai pembawa kedua simbol tersebut. Kirana Asyawidya Baskara membawa bendera, sedangkan Ni Komang Trisetya membawa teks Proklamasi.
Iring-iringan kirab ketika itu melibatkan 145 pasukan berkuda dan 45 pasukan motor Polisi Militer. Garuda Prabayaksa menjadi kendaraan utama dalam perjalanan menuju Istana Merdeka.
Garuda Prabayaksa pada Peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia
Pada 17 Agustus 2026, Garuda Prabayaksa kembali digunakan dalam kirab HUT ke-81 Republik Indonesia. Prosesi tersebut kembali membawa bendera dan teks Proklamasi dari Monas menuju Istana Merdeka.
Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025, Sultana Najwa, siswi SMAN 14 Makassar, bertugas membawa duplikat Bendera Pusaka. Sementara itu, Aliah Sakira, siswi SMAN 82 Jakarta membawa naskah Proklamasi.
Keduanya menaiki Garuda Prabayaksa dalam rangkaian kirab menjelang Upacara Detik-detik Proklamasi. Kereta kencana ditarik oleh 8 kuda yang ditunggangi empat prajurit dan empat srikandi TNI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....