Budaya Lokal Banyumas Diperkuat Melalui Lantunan Babad Pasir Luhur

  • 10 Agt 2026 20:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Generasi muda di Dukuh Cibun melantunkan Babad Pasir Luhur untuk memperkuat pelestarian kebudayaan lokal Banyumas.
  • Komunitas bersama akademisi mendampingi proses pewarisan tradisi membaca naskah kuno kepada generasi penerus desa.
  • Seluruh elemen masyarakat menandatangani Prasasti Cibun sebagai komitmen nyata menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.

RRI.CO.ID, Banyumas - Tiga anak melantunkan Babad Pasir Luhur demi memperkuat kebudayaan lokal di Dukuh Cibun Banyumas. Ketiga anak tersebut menyanyikan naskah kuno di depan 30 pengunjung acara jamuan makan malam.

Siaran pers resmi melaporkan kegiatan perhelatan Kenduren Budaya Dukuh Tjiboen pada Senin, 10 Agustus 2026. Kabupaten Banyumas yang berdiri sejak 1571 kini telah dihuni oleh sebanyak 1,85 juta jiwa.

Tradisi membaca naskah kuno sempat terancam punah setelah pemaca bernama Mbah Sikun meninggal dunia. Naskah tertua Banyumas tersebut dikompilasi oleh J. Knebel pada tahun 1900 di wilayah setempat.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Nisa Roiyasa turut mengawal penguatan kebudayaan kawasan ini. Ia menelusuri buku tulisan tangan aksara Jawa peninggalan leluhur untuk membina kelompok pembaca muda.

“Ketika saya merasa kecapekan dan hilang semangat, datang dukungan dari teman-teman yang lain,” katanya.

Anak-anak Dukuh Cibun pernah tampil membawakan kisah Raden Kamandaka pada festival tingkat Jawa Tengah. Penampilan maca babad dan jemblungan tersebut berlangsung di Kabupaten Semarang pada tahun 2022 lalu.

Pelestari Babad Banyumas Nasirun Purwokartun mengumpulkan sekitar 100 naskah kuno sejak tahun 2014 lalu. Ia berhasil menerjemahkan 25 naskah kuno menjadi lebih dari 100 judul Serial Babad Banyumas.

Anggota Perkumpulan Hidora Banyuwangi bernama Tedjo turut memberikan perhatian terhadap pelestarian tradisi lokal tersebut. Para peserta acara menandatangani Prasasti Cibun sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga tradisi lokal.

“Yang paling penting, habis ini kita mau melakukan apa? Apakah hanya puas di diskusi, atau mau berbuat sesuatu?” kata Tedjo

Wilayah Kabupaten Banyumas saat ini tercatat memiliki 27 kecamatan serta 331 desa dan kelurahan. Upaya penyelamatan kebudayaan lokal di tingkat dusun kecil menjadi aset berharga bagi pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....