Balap Karung, Lomba Agustusan yang Berawal dari Masa Penjajahan

  • 05 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Balap karung adalah permainan yang hampir selalu hadir dalam peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dan menjadi bagian dari tradisi perayaan nasional.
  • Sejarah balap karung berasal dari era kolonial Belanda dan telah dimainkan oleh masyarakat Indonesia sejak masa penjajahan, terutama di sekolah dan lingkungan kampung.

RRI.CO.ID, Jakarta – Balap karung menjadi salah satu perlombaan yang hampir selalu hadir dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI. Meski identik dengan suasana penuh tawa, permainan ini ternyata memiliki sejarah yang panjang sejak masa penjajahan Belanda.

Sejarah balap karung tidak memiliki satu versi yang pasti. Namun, sejumlah referensi menyebutkan permainan ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda, terutama di sekolah dan lingkungan kampung.

Melansir dari berbagai sumber, istilah balap karung pertama kali dikenal di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Meski begitu, tidak ada arsip yang menjelaskan siapa pencipta permainan tersebut.

Permainan ini awalnya dimainkan oleh anak-anak berusia sekitar enam hingga 12 tahun. Mereka memanfaatkan karung beras bekas sebagai perlengkapan karena mudah ditemukan dan tidak membutuhkan biaya besar.

Sementara itu, terdapat versi lain mengenai asal-usul balap karung. Pada masa sulit, karung goni pernah dimanfaatkan masyarakat sebagai pakaian darurat akibat keterbatasan ekonomi.

Kebiasaan melompat menggunakan karung kemudian berkembang menjadi permainan sederhana. Aktivitas tersebut menjadi hiburan murah yang dapat dimainkan masyarakat di berbagai kesempatan.

Setelah Indonesia merdeka, balap karung mulai identik dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Aturannya yang sederhana membuat permainan ini mudah diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Selain menghibur, balap karung juga mengandung nilai sportivitas, kerja keras, dan kegigihan. Peserta dituntut menjaga keseimbangan agar dapat mencapai garis akhir lebih cepat dibanding lawannya.

Hingga kini, balap karung tetap menjadi salah satu ikon lomba Agustusan di berbagai daerah. Tradisi tersebut mengingatkan bahwa kebersamaan dan kesederhanaan selalu menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan Indonesia. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....