Tanggal 27 Juli Memperingati Apa? Ini Daftar Momen Pentingnya
- 27 Jul 2026 10:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Sungai Nasional diperingati setiap 27 Juli untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai di Indonesia.
- Peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 menjadi salah satu catatan penting sejarah politik dan hak asasi manusia Indonesia.
- Jemaat Iglesia ni Cristo di Filipina memperingati 27 Juli sebagai hari pendaftaran resmi gereja pada 1914.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 27 Juli diperingati sebagai sejumlah momentum penting di Indonesia maupun berbagai negara. Peringatan tersebut mencakup Hari Sungai Nasional, Peristiwa Kudatuli, dan Hari Iglesia ni Cristo di Filipina.
Setiap peringatan memiliki latar belakang sejarah serta makna yang berbeda bagi masyarakat. Berikut sejumlah momen yang diperingati setiap 27 Juli melansir dari beberapa sumber.
Hari Sungai Nasional
Hari Sungai Nasional diperingati setiap 27 Juli untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai di Indonesia. Peringatan tersebut bertepatan dengan pengundangan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.
Melansir Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, sungai menjadi sumber kehidupan sekaligus penyangga keseimbangan ekosistem. Keberadaannya juga menjadi warisan alam yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Karena memiliki fungsi penting, masyarakat diharapkan menjaga kebersihan sungai dari berbagai bentuk pencemaran lingkungan. Sampah dan limbah masih menjadi ancaman utama terhadap kualitas sungai di berbagai daerah.
Peringatan Hari Sungai Nasional menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air bagi generasi mendatang. Upaya tersebut membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Peristiwa Kudatuli
Peristiwa Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996 di kantor Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Jakarta. Peristiwa itu dipicu konflik kepemimpinan antara kubu Megawati Soekarnoputri dan Soerjadi.
Melansir Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), tragedi tersebut menjadi salah satu catatan penting sejarah politik Indonesia. Peristiwa itu juga meninggalkan dampak besar terhadap perkembangan demokrasi nasional.
Hasil investigasi Komnas HAM menemukan indikasi pelanggaran hak asasi manusia yang berat dalam tragedi tersebut. Sedikitnya lima orang meninggal, 149 orang terluka, dan 23 orang dinyatakan hilang.
Kerusuhan juga menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp100 miliar. Komnas HAM mencatat enam bentuk dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam peristiwa tersebut.
Hari Iglesia ni Cristo
Tanggal 27 Juli juga diperingati sebagai Hari Iglesia ni Cristo di Filipina setiap tahunnya. Momentum tersebut menandai pendaftaran resmi gereja itu pada 27 Juli 1914.
Melansir National Today, Iglesia ni Cristo didirikan Felix Manalo pada 1913 sebagai gereja Kristen independen. Setahun kemudian, organisasi tersebut memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah Filipina.
Seiring perkembangannya, Iglesia ni Cristo menjadi salah satu organisasi keagamaan terbesar yang berasal dari Filipina. Organisasi tersebut kini memiliki jutaan anggota serta ratusan rumah ibadah di berbagai negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....