Dari Kardus Menjadi Karya Seni, Ini Filosofi di Balik “Carthea”

  • 09 Jun 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seniman visual Faisal Darmawan menggelar Art Talk & Workshop Session “Carthea: From Cardboard to Hope” sebagai bagian dari pameran tunggal “Cardboard Room: Small Worlds Within” di Jakarta.
  • Kardus dipilih sebagai medium utama karena dianggap sebagai metafora kehidupan yang sederhana dan rapuh, tetapi mampu melindungi hal-hal yang berharga.
  • Filosofi utama yang diangkat adalah bagaimana material sederhana seperti kardus dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang harapan, perlindungan, dan pengalaman emosional manusia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bagi sebagian orang, kardus mungkin hanya dianggap sebagai material sederhana yang digunakan untuk mengemas atau menyimpan barang. Namun di tangan seniman visual Faisal Darmawan, kardus justru menjelma menjadi medium yang sarat makna dan melahirkan karakter visual bernama “Carthea”.

Filosofi tersebut menjadi salah satu tema utama yang dibahas dalam Art Talk & Workshop Session bertajuk “Carthea: From Cardboard to Hope”, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian pameran tunggal “Cardboard Room: Small Worlds Within” di Abeto Resto, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam sesi Artist Talk yang dipandu James Luhulima, Faisal membagikan perjalanan kreatifnya dalam mengeksplorasi kardus sebagai medium berkarya. Menurutnya, kardus memiliki nilai simbolik yang kuat karena sering kali dianggap biasa dan rapuh, tetapi dipercaya untuk melindungi sesuatu yang berharga di dalamnya.

“Bagi saya, kardus adalah metafora kehidupan. Ia terlihat sederhana, bahkan sering diabaikan, tetapi memiliki peran penting untuk menjaga dan melindungi sesuatu yang bernilai,” ujar Faisal.

Dari pemikiran tersebut lahirlah “Carthea”, karakter visual yang menjadi identitas dalam berbagai karya Faisal. Karakter ini hadir sebagai representasi emosi dan pengalaman manusia yang kerap sulit diungkapkan melalui kata-kata.

Melalui “Carthea”, Faisal berupaya menciptakan ruang refleksi yang memungkinkan setiap orang menemukan makna dan pengalaman personalnya sendiri. Karakter tersebut tidak dibatasi oleh satu cerita atau emosi tertentu, melainkan menjadi simbol yang terbuka untuk berbagai interpretasi.

Tidak hanya berbagi cerita di balik proses kreatifnya, Faisal juga mengajak peserta untuk terlibat langsung melalui Mini Workshop & Painting Session. Dalam sesi ini, peserta diberikan kesempatan mengeksplorasi ide dan ekspresi visual menggunakan cat akrilik dengan dukungan material dari Daler-Rowney.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan Sharing Session yang menghadirkan presentasi karya dari sejumlah peserta terpilih. Melalui sesi ini, tercipta dialog yang lebih dekat antara seniman dan peserta mengenai proses kreatif, inspirasi, serta makna yang terkandung dalam setiap karya.

Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan bersama ke Meiro Gallery Jakarta untuk melihat karya-karya dalam pameran “Cardboard Room: Small Worlds Within” secara lebih menyeluruh.

Melalui program ini, Faisal Darmawan menunjukkan bahwa karya seni tidak hanya lahir dari material yang mewah atau kompleks. Dari selembar kardus yang sederhana, lahir sebuah medium bercerita tentang harapan, perlindungan, dan pengalaman emosional manusia yang universal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....