Grebeg Besar Keraton Surakarta Perkuat Syukur Persatuan Budaya

  • 30 Mei 2026 10:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tradisi Grebeg Besar Surakarta menjadi akulturasi budaya Islam dan keraton, sekaligus wujud syukur kepada Tuhan serta masyarakat Surakarta luas.
  • Gunungan Jaler berisi hasil bumi mentah sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan karunia alam bagi kehidupan masyarakat.
  • Gunungan Estri berisi makanan matang, sebagai perlambang rezeki yang tersedia dan patut disyukuri masyarakat dalam kehidupan sehari-hari bersama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kerabat Keraton Surakarta, Jawa Tengah, Kanjeng Raden Mas Riya Arya Panji L. Nuky M Adiningrat, memaparkan pelaksanaan Grebeg Besar Surakarta. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi akulturasi budaya Islam dan keraton, sekaligus wujud syukur kepada Tuhan serta masyarakat Surakarta luas.

Kanjeng Nuky menerangkan, dua gunungan diarak dari keraton menuju Masjid Agung sebelum dibagikan kepada masyarakat Surakarta secara simbolis. “Gunungan Jaler ke masjid, Gunungan Estri kembali ke keraton,” ujarnya, kepada PRO3 RRI, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia menerangkan, Gunungan Jaler berisi hasil bumi mentah sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan karunia alam bagi kehidupan masyarakat. Gunungan Estri berisi makanan matang, sebagai perlambang rezeki yang tersedia dan patut disyukuri masyarakat dalam kehidupan sehari-hari bersama.

Kanjeng Nuky memerinci, persiapan gunungan membutuhkan waktu kurang dari satu pekan, terutama karena bahan harus segar saat diarak. Rute tradisi tetap dipertahankan, karena gunungan harus didoakan dahulu sebelum masyarakat ngalap berkah bersama di kawasan Keraton Surakarta.

Ia menambahkan, penyelenggaraan dua hari tahun ini berkaitan penghormatan kepada sentono, abdi dalem, dan masyarakat Keraton Surakarta luas. Kanjeng Nuky berharap Grebeg Besar memperkuat syukur, persatuan, sekaligus kepedulian warga terhadap warisan budaya di tengah masyarakat luas.

Tradisi Grebeg Besar Keraton Solo kembali menyedot perhatian ribuan warga saat Iduladha 1447 Hijriah. Dua gunungan yang diarak terdiri dari Gunungan Jaler dan Gunungan Estri hasil bumi dan makanan khas Jawa diperebutkan masyarakat usai didoakan di Masjid Agung Solo.

Kirab budaya tahunan yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta pada Kamis 28 Mei 2026 berlangsung meriah dan khidmat. Prosesi dipimpin langsung oleh Pakubuwono XIV Hangabehi dengan arak-arakan gunungan dari Keraton menuju Masjid Agung Solo oleh para abdi dalem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....