Kenali 'Silent Treatment', Dampak Emosional dan Cara Mengatasinya

  • 24 Mei 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Silent treatment semakin sering dibahas karena memengaruhi komunikasi dan hubungan pribadi sehari-hari.
  • Cara mengatasi meliputi tetap tenang, memberi jeda emosi, membuka komunikasi, dan menggunakan kalimat yang tidak menyalahkan.
  • Silent treatment adalah perilaku mendiamkan orang lain saat konflik sehingga komunikasi menjadi terhambat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Fenomena silent treatment semakin sering dibicarakan karena kerap memengaruhi hubungan pribadi dan komunikasi sehari-hari banyak orang belakangan ini. Sikap mendiamkan seseorang dapat memicu jarak emosional hingga memperbesar konflik dalam hubungan nantinya, melansir dari berbagai sumber.

Mengenal Fenomena Silent Treatment

Silent treatment merupakan perilaku mengabaikan seseorang saat konflik sehingga komunikasi penting dalam hubungan menjadi sulit terselesaikan dengan baik. Sikap tersebut dapat membuat seseorang merasa bingung, kecewa, tidak dihargai, hingga terluka secara emosional dalam hubungan sehari-hari.

Perilaku ini berbeda dengan menunda pembicaraan sementara untuk menenangkan diri sebelum berdiskusi kembali dalam situasi lebih nyaman Bersama. Silent treatment biasanya berlangsung lama sehingga sering dianggap mirip stonewalling atau perilaku menutup diri dalam hubungan interpersonal.

Fenomena tersebut dapat terjadi pada hubungan asmara, keluarga, pertemanan, hingga lingkungan kerja dengan dampak emosional cukup besar berkepanjangan. Dalam beberapa situasi, seseorang memilih diam sebagai bentuk perlindungan diri akibat tekanan, ancaman, maupun rasa frustrasi berlebihan.

Dampak Silent Treatment dalam Hubungan

Seseorang yang menerima silent treatment biasanya merasa bingung, marah, takut, hingga diabaikan dalam hubungan sehari-hari berkepanjangan. Perasaan tidak dihargai juga dapat memengaruhi kepercayaan diri serta kondisi emosional seseorang secara perlahan dalam hubungan pribadi.

Jika berlangsung terus-menerus, perilaku tersebut berpotensi memicu stres, kecemasan, depresi, hingga gangguan kesehatan emosional lainnya berkepanjangan. Silent treatment juga membuat konflik sulit diselesaikan karena komunikasi antarpasangan terhambat dalam waktu cukup lama selama hubungan berlangsung.

Masalah yang terus menumpuk dapat memicu hubungan tidak sehat hingga menciptakan jarak emosional antar pasangan berkepanjangan. Karena itu, komunikasi terbuka menjadi langkah penting menjaga hubungan tetap nyaman serta menghindari konflik semakin besar nantinya.

Cara Mengatasi Silent Treatment

Menghadapi silent treatment sering terasa melelahkan karena seseorang tiba-tiba menjauh tanpa penjelasan jelas dalam hubungan tertentu sehari-hari. Tetap tenang dan hindari membalas sikap diam agar konflik tidak berkembang semakin rumit serta berkepanjangan nantinya.

Memberikan jeda sejenak dapat membantu kedua pihak menenangkan emosi sebelum kembali berdiskusi secara lebih nyaman bersama nantinya. Tunjukkan komunikasi tetap terbuka supaya pasangan merasa aman memulai percakapan ketika situasi mulai membaik kembali secara perlahan.

Saat berdiskusi, gunakan kalimat berfokus pada perasaan pribadi agar pembicaraan tidak terdengar menyalahkan pasangan secara emosional. Jika perilaku tersebut terus berulang, bantuan psikolog dapat membantu menjaga kesehatan emosional sekaligus memperbaiki komunikasi hubungan. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....