Wamen Ekraf Apresiasi Teknologi AI Dorong Pelestarian Budaya Bali Modern
- 09 Mei 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Irene Umar menilai pemanfaatan AI dan 3D printing mampu menjaga sekaligus mengembangkan budaya lokal agar tetap relevan di era global.
- Karya Jemana Murti dinilai berhasil memadukan kearifan lokal Bali dengan teknologi futuristik dan berpotensi menembus panggung internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memuji pemanfaatan teknologi untuk menjaga budaya Bali tetap relevan. Teknologi dinilai mampu memperkuat regenerasi tradisi di tengah perkembangan zaman.
Pernyataan itu disampaikan saat mengunjungi Jemana Murti Studio pada Jumat, 8 Mei 2026. Irene menyoroti penggunaan AI dan 3D printing dalam karya seni kontemporer.
Menurut Irene, ekonomi kreatif berperan menjembatani budaya lokal dengan teknologi masa depan. Pendekatan tersebut dinilai membuka peluang baru bagi seniman Indonesia.
“Kami terkesan melihat tradisi Bali dipadukan dengan teknologi futuristik. Eksplorasi seni berbasis AI perlu mendapat ruang berkembang,” ujar Irene dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei 2026
Dalam kunjungan itu, Irene berdialog langsung dengan seniman visual Jemana Murti. Mereka membahas proses kreatif patung dan instalasi berbasis teknologi modern.
Karya Jemana Murti mengangkat hubungan manusia, ritual, budaya, dan perkembangan teknologi. Pendekatan tersebut menghadirkan wajah baru seni tradisional Bali.
“Teknologi 3D printing mampu menjaga jiwa budaya Bali tetap hidup. Tradisi dan modernitas dapat berjalan harmonis,” katanya.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga mendorong penguatan ekosistem kreatif berbasis kekayaan intelektual orisinal. Kolaborasi internasional dinilai penting memperluas pasar karya kreatif Indonesia.
Pertemuan tersebut turut membahas peluang membawa instalasi karya Jemana Murti ke panggung internasional. Pemerintah berharap seniman lokal semakin kompetitif di pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....